Pupuk Indonesia kaji pembangunan pabrik pupuk kieserit

·Bacaan 2 menit

Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Petrokimia Gresik, bersepakat untuk melakukan kajian pembangunan pabrik pupuk kieserit (mineral magnesium sulfat) bersama dengan PT Polowijo Gosari Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo dan Direktur Utama Polowijo Gosari Indonesia Deddy Harnoko Sucahyo, serta disaksikan oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman dan Senior Advisor Polowijo Gosari Indonesia, Soegiharto.

Bakir dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan pendirian pabrik pupuk kieserit memiliki potensi yang sangat besar bagi seluruh pihak yang terlibat, baik Pupuk Indonesia, Polowijo Gosari Indonesia, serta Petrokimia Gresik selaku anak perusahaan.

“Kajian pendirian pabrik pupuk kieserit ini sejalan dengan upaya transformasi bisnis Pupuk Indonesia untuk melakukan diferensiasi usaha, serta sesuai dengan visi untuk menjadi perusahaan penyedia nutrisi tanaman dan solusi pertanian berkelanjutan,” jelas Bakir.

Menurutnya, potensi pasar pupuk kieserit masih sangat besar mengingat saat ini kebutuhannya di Indonesia banyak dipenuhi melalui impor. Ia berharap kerja sama ini dapat bersifat jangka panjang mengingat masih banyak pasar potensial yang perlu diisi melalui produk pupuk seperti ini.

“Peluangnya besar, dan kita juga bisa kembangkan produk pupuk lain," kata Bakir.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan dalam MoU tersebut, pihak Petrokimia Gresik dan Polowijo Gosari Indonesia akan melakukan kajian bersama dalam empat aspek, yakin aspek pasar, aspek teknis, aspek ekonomi, serta aspek lokasi. Proses kajian ini ditargetkan selesai setelah dua tahun.

Dwi mengungkapkan bahwa pasar pupuk kieserit di Indonesia masih terbuka lebar, karena belum banyak pemain atau produsen pupuk kieserit di Indonesia. “Terutama untuk pasar perkebunan kelapa sawit,” kata Dwi.

Sementara itu, Direktur Utama Polowijo Gosari Indonesia Deddy Harnoko Sucahyo mengatakan tujuan kerja sama ini adalah untuk memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Pihaknya mempunyai cadangan dolomit sebesar 550 juta ton, dan melalui kerja sama strategis ini Polowijo Gosari Indonesia berharap dapat mengembangkan produk-produk turunan magnesium atau dolomit. “Dan semuanya memaksimalkan local content, serta berlokasi di Gresik," ujar Deddy.

Pupuk kieserit sendiri cocok diaplikasikan pada tanah masam atau pH rendah, seperti tanah gambut dan tanah berpasir. Tanah masam dan tanah berpasir dicirikan dengan rendahnya kandungan magnesium, sehingga pemberian pupuk kieserit sangat cocok untuk meningkatkan kandungan magnesium pada tanah.

Kieserit merupakan nama lain dari Magnesium Sulfur, dan pupuk kieserit dapat menjadi sumber Magnesium (Mg) dan Sulfur (S) bagi tanaman. Pupuk ini cocok diaplikasikan untuk berbagai jenis tanaman, baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan.

Dalam aplikasinya, pupuk Kieserit mampu meningkatkan klorofil pada tanaman sehingga warna daun lebih hijau sempurna, membantu pertumbuhan anakan, meningkatkan kadar minyak pada tanaman penghasil minyak seperti kelapa sawit, serta berperan penting dalam pembentukan bintil akar.

Baca juga: Pupuk Indonesia bukukan rekor produksi-penjualan sepanjang 2020
Baca juga: Pupuk Indonesia terus perluas Program Agro Solution
Baca juga: Mentan pastikan stok pupuk Pusri penuhi kebutuhan musim tanam