Pupuk Indonesia Kenalkan Aplikasi Rekan di Bali, Kini Tebus Pupuk Cuma Perlu Bawa KTP

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah mulai uji coba atau soft launching digitalisasi penebusan pupuk subsidi di Provinsi Bali. Ini terwujud berkat inisiatif lintas kementerian/lembaga (K/L) dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian BUMN, dan Kementerian Pertanian.

Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian, Mohammad Hatta mengatakan bahwa sistem digitalisasi dalam penyaluran dan penebusan pupuk menjadi salah satu upaya pemerintah memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi. Sehingga dapat memudahkan petani untuk menebus pupuk bersubsidi.

Melalui aplikasi Rekan petani hanya perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke kios mitra untuk mendapatkan pupuk. Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana petani harus membawa fotokopi KTP dan dokumen lain sebagainya.

"Tujuan utama pengembangan sistem ini di antaranya memudahkan petani menebus pupuk bersubsidi dengan cukup membawa KTP tanpa harus membawa fotocopy seperti tahun-tahun sebelumnya," di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan, Denpasar Bali, Senin (18/7).

Selain itu, Menurut Hatta dengan menggunakan aplikasi Rekan dapat meminimalisir kertas nota dan mengurangi moral hazard pada saat input data maupun saat transaksi dengan elektronik verifikasi dan validasi (E - Verval).

Nantinya, data akan terekam secara digital dan terintegrasi dengan sistem-sistem pemerintah seperti Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) maupun sistem Verval Kementerian Pertanian.

Selain itu, Hatta mengatakan diperkenalkannya aplikasi ini juga sebagai bentuk antisipasi dampak dinamika geopolitik dunia yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina.

Pasalnya, kata dia Perang Rusia dengan Ukraina berdampak besar pada sektor pertanian seperti mengganggu rantai pasok global yang dapat menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa. Salah satunya, ialah pada harga dan ketersediaan bahan baku pupuk.

Beri Kemudahan ke Petani

Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Musdalifah Mahmud menyambut baik soft launching implementasi aplikasi Rekan untuk penebusan pupuk bersubsidi di Provinsi Bali. Digitalisasi penebusan pupuk bersubsidi ini akan diterapkan di beberapa kios pupuk lengkap (KPL) sekaligus sebagai pilot project.

"Hari ini, kita bersama-sama menghadiri soft launching implementasi aplikasi Rekan di daerah pilot project pertama di Bali. Semoga ini bisa menjadi langkah awal kolaborasi dan sinergi antar Kementerian dan Lembaga dalam proses transformasi tata kelola subsidi pupuk," ungkap Musdhalifah.

Musdhalifah menyebut implementasi Rekan untuk penebusan pupuk bersubsidi ini juga menandakan bahwa pemerintah terus memberikan kemudahan kepada petani dalam menebus pupuk subsidi di kios.

"Pemerintah terus berupaya memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi melalui digitalisasi dalam pendistribusian dan penebusan pupuk bersubsidi, juga penyusunan data penerima subsidi pupuk agar lebih tepat sasaran," tambahnya.

Selain pupuk bersubsidi, aplikasi Rekan juga nantinya dapat mempermudah dan mempercepat kios dalam memproses penjualan pupuk, baik retail, komersil. Musdalifah berharap penebusan pupuk bersubsidi secara digital ini juga dapat diintegrasikan dengan sistem pendataan petani yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian.

Diterapkan di Beberapa Kios

Digitalisasi penebusan pupuk bersubsidi ini akan diterapkan di beberapa kios pupuk lengkap (KPL) di Bali sekaligus sebagai pilot project.

Direktur Transformasi Bisnis PT Pupuk Indonesia (Persero) Panji Winanteya Ruky mengatakan bahwa RMS atau aplikasi Rekan sudah di uji coba di banyak wilayah Kabupaten dan Kota di Indonesia. Namun penggunaannya hanya untuk penyaluran dan penebusan pupuk non subsidi.

"Dibeberapa provinsi lain sudah dilakukan uji coba di tingkat Kabupaten atau bahkan ditingkat kecamatan atau desa," ujar dia.

Panji menjelaskan selain Bali, nantinya PT Pupuk Indonesia (Persero) berencana mengembangkan jangkauan ke daerah lain seperti Aceh. Nantinya kata Panji, akan dijalin kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia untuk menerapkan aplikasi Rekan di Aceh.

Dia mengatakan, sistem digital ini mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran pupuk. Penerapan aplikasi Rekan ini sangat membantu pemilik kios untuk bisa memonitor penjualan, siapa-siapa saja dari para petani yang menjadi pembeli, hingga pencatatan data transaksi lainnya.

"Nah setelah Bali rencananya kami akan roll out Rekan di beberapa Provinsi lain seperti di Aceh bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia," kata dia.

Reporter: Winda

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel