Pupuk Indonesia Masuk Peringkat ke-8 Industri Pupuk Terbesar Dunia

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) menargetkan jadi lima besar industri pupuk dunia, khususnya untuk pasar global urea. Proses transformasi bisnis mulai diimplementasikan pada 2020 yang membuat Pupuk Indonesia saat ini menjadi menjadi perusahaan terbesar ke-8 di industri pupuk dunia dari segi pendapatan.

"Jadi untuk memenangkan pasar dibutuhkan cost competitiveness, baik dari produksi hingga supply chain. Kami juga harus memiliki reach dan relationship dengan key accounts, corporations, industries, G to G, sehingga bisa menjadi urea pemain global," kata Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia, Panji Winanteya Ruky pada Indonesia Best Business Transformation Award 2022 dikutip dari Antara, Kamis (1/9).

Panji menjelaskan ada beberapa hal yang mengharuskan Pupuk Indonesia menjalankan transformasi bisnis, di antaranya adalah pangsa pasar pupuk komersil dalam negeri yang sekitar 80 persen dikuasai swasta.

Dari sisi kapasitas produksi, Pupuk Indonesia harus terus meningkatkan kapasitas produksi pupuk jenis NPK lantaran terjadi perubahan permintaan dari pupuk tunggal urea ke pupuk majemuk NPK.

Sebagai bentuk transformasi bisnis, Pupuk Indonesia juga terus menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan, bahkan negara yang memiliki akses terhadap bahan baku NPK, seperti fosfat dan kalium yang ang hanya bisa didapat dari luar negeri.

Tekankan Sejumlah Pendekatan

Panji menjelaskan Pupuk Indonesia memiliki sejumlah pendekatan dalam menjalankan transformasi, di antaranya adalah menerapkan model bisnis yang berorientasi pada pelanggan, menciptakan sumber pendapatan baru, transformasi EBITDA, transformasi digital, hingga transformasi human capital.

Selama dua tahun konsisten menjalankan transformasi bisnis menghasilkan penghargaan Indonesia Best Business Transformation Award 2022 yang diberikan oleh Majalah SWA. Dalam ajang ini PT Petrokimia Gresik selaku anggota holding juga meraih penghargaan yang sama.

Group Chief Editor SWA Kemal Effendi Gani menilai bahwa transformasi bisnis menjadi keniscayaan bagi sebuah perusahaan di era digital dan pandemi Covid-19 agar tetap bertahan. Kemajuan teknologi, perubahan banyak aspek akibat pandemi, dan dominasi milenial di dunia kerja mengharuskan organisasi melakukan perubahan manajemen lebih baik lagi, baik dari aspek SDM, teknologi, produksi, pemasaran, keuangan, dan lainnya. [idr]