Pupuk Indonesia sosialisasikan penggunaan pupuk presisi pada petani

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

PT Pupuk Indonesia bersama dengan anggota holding-nya Pupuk Sriwidjaja Palembang dan Petrokimia Gresik menyosialisasikan tata cara penggunaan pupuk dengan dosis pemupukan yang presisi kepada petani pada tanam padi perdana di Desa Sidoharjo Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyatakan kegiatan itu merupakan bentuk dukungan serta edukasi kepada petani dalam menerapkan pemupukan presisi.

Pupuk yang digunakan yaitu pupuk organik Petroganik, urea, NPK Phonska 15-10-12, dan pupuk organik cair Phonska OCA.

“Pada kesempatan ini, kami juga memperkenalkan dua varian pupuk subsidi terbaru, yaitu pupuk organik cair dengan nama Phonska Oca dan NPK Phonska formula 15-10-12,” ujar Gusrizal.

Baca juga: Pupuk Indonesia uji coba pupuk organik cair Phonska Oca

Dia menambahkan pada 2021 ini terdapat perubahan formula pupuk NPK Phonska bersubsidi dari awalnya 15-15-15 menjadi 15-10-12 sesuai kebijakan pemerintah.

“Perubahan ini dijalankan pemerintah dengan prinsip efisiensi, namun tetap mengedepankan kualitas untuk hasil panen yang optimal,” jelas Gusrizal.

Sedangkan rekomendasi pemupukan yang presisi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan Pupuk Indonesia untuk tiap satu hektare lahan yaitu pupuk urea 200 kg, NPK Phonska 275 kg, pupuk organik Petroganik 500 kg, dan pupuk organik cair Phonska OCA sebanyak 5 liter.

“Perpaduan pupuk organik dan anorganik ini adalah demi keberlanjutan pertanian, agar lahan sawah tetap optimal dan memiliki produktivitas tinggi secara jangka panjang,” ujar Gusrizal.

Baca juga: Teknologi pemupukan berimbang tingkatkan produksi padi 33 Persen

Pihaknya sangat berterima kasih kepada petani dan Pemkab Sragen, serta siap mendukung kemajuan pertanian, khususnya di kabupaten tersebut. .

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen Eka Rini Mumpuni Tri Lestari meyakini pemupukan dari Pupuk Indonesia dapat meningkatkan produktivitas.

“Kami yakin dengan kerja sama yang dibangun bersama Pupuk Indonesia, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih, penentuan pupuk, manajemen pemupukan serta pengawalan hama penyakit, hasil panen kita ini dapat meningkat secara signifikan. Apalagi uji lokasi di berbagai daerah sudah terbukti hasilnya. Tentu saja hal ini dapat menambah motivasi petani di Kabupaten Sragen” ujarnya.

Selain itu ia mengajak para petani di Sragen disiplin dalam bertani agar produktivitas meningkat. "Para petani harus mau dan disiplin menerapkan sistem budi daya sesuai anjuran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Pupuk Indonesia,” tambahnya.

Baca juga: Kementan: Pupuk subsidi tingkatkan produksi beras nasional

Pupuk Phonska OCA merupakan pupuk yang memiliki kandungan unsur hara NPK dan pupuk organik dalam bentuk cair dengan kandungan C-Organik minimal 6 persen, serta diperkaya dengan unsur mikro serta mikroba fungsional yang bermanfaat untuk tanah dan tanaman.

Phonska OCA telah melewati uji laboratorium di lembaga penelitian dan uji coba aplikasi di berbagai daerah yang hasilnya sangat cocok diaplikasikan pada tanaman padi maupun komoditas lain, dan mampu meningkatkan produktivitas 13 hingga 61 persen.

Adapun cara aplikasi Phonska Oca dengan disemprot, berdosis 5 liter per hektare, dan dilakukan penyemprotan secara rutin setiap satu minggu sekali. Phonska OCA merupakan produk organik yang diproduksi sepenuhnya dari bahan baku dalam negeri.

Baca juga: Gunakan NPK Phonska Plus, panen cabai rawit naik 62,5 persen