Pupuk Kaltim raih penghargaan pelabuhan hijau dari Kemenko Marves

PT Pupuk Kalimantan Timur meraih penghargaan Green Port Award 2022 dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) atas implementasi tata kelola pelabuhan berwawasan lingkungan pada area terminal khusus perusahaan.

Vice President Pelabuhan dan Pengapalan Pupuk Kaltim Sidiq Purnomo Nugroho mengatakan terminal khusus Pupuk Kaltim mendapat nilai 80,97 persen lantaran telah memenuhi seluruh kriteria pelabuhan hijau terhadap aspek manajemen, aspek teknis seperti kepelabuhanan, aspek K3 hingga lingkungan dan energi, dan aspek digitalisasi.

"Pengelolaan pelabuhan berwawasan lingkungan telah memberi dampak positif dan signifikan terhadap keberlanjutan proses bisnis Pupuk Kaltim, sehingga terus dilakukan berbagai peningkatan dalam pengelolaan," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang meraih Green Port Award pada 2019, lanjut Sidiq, Pupuk Kaltim terus berkomitmen meningkatkan tata kelola pelabuhan ramah lingkungan yang mengacu kepada green port guideline dan rating tools.

Standar itu telah menjadi pedoman Pupuk Kaltim sejak 2018, karena berkaitan dengan aktivitas ekspor yang mewajibkan pelabuhan perusahaan memiliki standar pelabuhan hijau yang diakui secara Internasional.

Menurutnya, capaian Green Port Award 2022 juga wujud keberhasilan Pupuk Kaltim dalam menindaklanjuti evaluasi program pengelolaan lingkungan hidup yang terealisasi pada area pelabuhan perusahaan selama beberapa tahun terakhir.

Beberapa inovasi hijau dan pelabuhan pintar yang sejauh ini telah diterapkan Pupuk Kaltim, di antaranya pemakaian alat berat crane menggunakan tenaga listrik, mengganti lampu penerangan konvensional dengan LED, melakukan uji emisi kendaraan operasional pelabuhan, serta memiliki tanaman hidup di lingkungan kerja.


Selain itu, perseroan juga menggunakan cat ramah lingkungan, mengoptimalkan pencahayaan alami serta membuat pencahayaan buatan untuk menjaga kesehatan mata dan produktif dalam penerapan bangunan hijau.

Selanjutnya menghindari penggunaan bahan perusak ozon dan mengganti penggunaan energi fosil dengan energi listrik sebagai implementasi shore power connection pada terminal khusus.


Pupuk Kaltim memastikan implementasi aspek pelabuhan ramah lingkungan akan terus ditingkatkan melalui langkah konkret secara menyeluruh di area pelabuhan sejalan dengan prinsip environment, social, and governance (ESG) dalam tata kelola perusahaan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi seluruh pihak yang berhasil meraih penghargaan Green Port Award.

Ia mendorong pelabuhan lain di Indonesia bisa memenuhi kriteria pelabuhan hijau secara bertahap guna mewujudkan Indonesia menuju pelabuhan berkelanjutan kelas dunia.

Menurut Luhut, implementasi pelabuhan hijau dan pintar diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi pelabuhan di Indonesia, karena memegang peranan penting sebagai negara maritim.

Apalagi, saat ini Indonesia menjadi satu-satunya di Asia Tenggara yang masuk dalam 20 besar negara dengan performa pelabuhan yang baik, berdasarkan median waktu tunggu kapal kontainer mencapai 24,9 jam.

Posisi Indonesia berada di atas negara maju lainnya, seperti Italia, Perancis, Yunani, Jerman, Amerika Serikat, Rusia, Australia, dan Kanada.


"Kami telah menyelesaikan proses assesmen untuk 10 pelabuhan, dan ke depannya ada 149 pelabuhan yang didorong untuk memenuhi standard green port dan smart port agar pelabuhan Indonesia mampu bersaing di kancah internasional," pungkas Luhut.

Baca juga: Pupuk Indonesia pastikan stok pupuk bersubsidi cukup untuk petani
Baca juga: Pupuk Kaltim targetkan tanam 12.000 pohon untuk dorong dekarbonisasi
Baca juga: Pupuk Kaltim gelar audit ISO 55001, optimalkan sistem manajemen aset