Pupuk Lidah Buaya Indonesia Siap Edar di Asia

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Merdeka.com
    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    MERDEKA.COM. Menteri BUMN Dahlan Iskan menyayangkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menginstruksikan untuk menunda rencana pelepasan saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) untuk kemudian dialihkan ke Bank Mandiri. …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Pupuk organik lidah buaya (Aloe vera) cair buatan Indonesia berhasil menembus Malaysia. Rencananya produk diedarkan ke Thailand, Myanmar, dan Kamboja. Yaitu setelah kerja sama penjualan produk diteken di Malaysia.

"Pada Jumat (25/3), telah ditandatangani kerja sama penjualan produk tersebut antara perusahaan Indonesia dan Malaysia untuk pasar di negara ini dan sekitarnya, " kata Kepala Bidang Ekonomi Kedubes RI, Widyarka Ryananta, di Kuala Lumpur, Ahad (27/3).

Widyarka menilai kerja sama begini mesti dibangun dengan semangat kepercayaan berbagi untung. "Dalam hal ini, KBRI tentunya akan memfasilitasinya agar kerja sama tersebut dapat berjalan dengan baik," ungkap dia.

Adapun perwakilan Indonesia yang meneken Ida Bagus Purwana, mewakili PT Tri Indah Mandiri dari Yogyakarta produsen pupuk organik. Dari Malaysia, Taha Kassim, mewakili KNVC Corp Sdn Berhad, pihak pemasar.

"Pupuk cair tersebut diproduksi di Yogyakarta dan Bali. Sedangkan proses pencampuran, pengemasan, pemberian label serta promosi dan distribusinya dilakukan oleh perusahaan Malaysia tersebut yang lokasinya terletak di Rawang," kata Widyarka.

Menurut dia, pupuk organik dari lidah buaya sangat ramah lingkungan. Juga, ekonomis dan sudah dipakai di Indonesia. Untuk memperluas pemasaran produk direncanakan pembangunan pabrik di Sabah, Serawak, dan Kelantan.

Telah dianggarkan 50 juta Ringgit Malaysia atau setara Rp150 miliar. Sedangkan untuk perluasan ke pasar Thailand, Myanmar, ataupun Kamboja dipersiapkan dan rencananya dua bulan lagi. (Ant/*****)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...