Pupuk Lidah Buaya Indonesia Siap Edar di Asia

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Pupuk organik lidah buaya (Aloe vera) cair buatan Indonesia berhasil menembus Malaysia. Rencananya produk diedarkan ke Thailand, Myanmar, dan Kamboja. Yaitu setelah kerja sama penjualan produk diteken di Malaysia.

"Pada Jumat (25/3), telah ditandatangani kerja sama penjualan produk tersebut antara perusahaan Indonesia dan Malaysia untuk pasar di negara ini dan sekitarnya, " kata Kepala Bidang Ekonomi Kedubes RI, Widyarka Ryananta, di Kuala Lumpur, Ahad (27/3).

Widyarka menilai kerja sama begini mesti dibangun dengan semangat kepercayaan berbagi untung. "Dalam hal ini, KBRI tentunya akan memfasilitasinya agar kerja sama tersebut dapat berjalan dengan baik," ungkap dia.

Adapun perwakilan Indonesia yang meneken Ida Bagus Purwana, mewakili PT Tri Indah Mandiri dari Yogyakarta produsen pupuk organik. Dari Malaysia, Taha Kassim, mewakili KNVC Corp Sdn Berhad, pihak pemasar.

"Pupuk cair tersebut diproduksi di Yogyakarta dan Bali. Sedangkan proses pencampuran, pengemasan, pemberian label serta promosi dan distribusinya dilakukan oleh perusahaan Malaysia tersebut yang lokasinya terletak di Rawang," kata Widyarka.

Menurut dia, pupuk organik dari lidah buaya sangat ramah lingkungan. Juga, ekonomis dan sudah dipakai di Indonesia. Untuk memperluas pemasaran produk direncanakan pembangunan pabrik di Sabah, Serawak, dan Kelantan.

Telah dianggarkan 50 juta Ringgit Malaysia atau setara Rp150 miliar. Sedangkan untuk perluasan ke pasar Thailand, Myanmar, ataupun Kamboja dipersiapkan dan rencananya dua bulan lagi. (Ant/*****)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...