Pura-pura Sedih sampai Menangis, 'Air Mata Buaya' Ini Pengertiannya

Syahdan Nurdin, delala
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seperti diketahui, istilah 'air mata buaya' diperuntukkan bagi orang-orang yang berpura-pura sedih hingga menangis. Faktanya, ternyata, 'air mata buaya' bukanlah sekadar istilah melainkan ada asal-usulnya.

Dihimpun dari berbagai sumber, istilah 'air mata buaya' sudah ada sejak tahun 1357, yang digunakan dalam buku The Travels of Sir John Mandeville karya John Mandeville.

Dalam buku tersebut, terdapat cerita tentang seekor buaya yang berpura-pura tidak memakan daging. Namun, suatu saat buaya itu ditemukan membunuh seorang laki-laki. Mengeluarkan air mata saat memakan korbannya.

Nah, kenyataannya, buaya memang akan terlihat meneteskan air mata ketika menyantap mangsanya. Namun, ini bukan karena sang buaya bersedih atau menyesal melainkan itu terjadi karena proses biologis dalam tubuhnya.

Ketika melahap mangsanya, kelenjar air mata buaya menjadi tertekan, sehingga keluar air mata. Air mata yang keluar itulah yang membuat buaya terlihat seperti sedang menangis.

Jadi, sejak saat itu sampai sekarang, istilah “air mata buaya” sering digunakan.