Puradelta Lestari Jajaki Pengembangan Bisnis di Ibu Kota Baru

·Bacaan 2 menit
Desain Ibu Kota Baru di Kalimantan. (Liputan6.com/ Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pengembang properti PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) tengah menjajaki pengembangan bsnis di Ibu Kota Baru Indonesia, yaitu di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Hal tersebut akan dilakukan dalam pengembangan bisnis jangka menengah dan panjang perseroan.

Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Puradelta Lestari Hermawan Wijaya dalam paparan publik virtual bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (09/09/2021).

Perseroan melihat Ibu Kota baru sebagai peluang baru pengembangan bisnis. Namun, belum melakukan langkah kongkrit untuk bisa melakukan akuisisi lahan di sana. Karena saat ini fokus utama perseroan masih dalam pengembangan kawasan industri kota industri terintegrasi modern di Cikarang, Jawa Barat.

“Untuk kawasan industri yang ada saat ini masih terpusat di Cikarang dan Karawang. Untuk yang Cikarang kita sudah punya lahan sejak 1990 an tapi baru kami kembangkan di sekitar tahun 2000, namun kami lebih advance pengembangan dalam dua tahun terakhir ini, karena itu kami konsentrasi dulu di sini, terutama untuk menyambung infrastruktur yang sudah ada di wilayah Kota Deltamas,” kata dia.

Hingga Juni 2021, Kota Deltamas memiliki total lahan 1,198 hektar, yang terdiri dari 632 hektar kawasan industri, 403 hektar untuk komersial, dan 162 hektar untuk hunian (residensial).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pengembangan Proyek

Puradelta melakukan pengembangan proyek bernama Greenland International Industrian Center (GIIC) di Kota Deltamas. Proyek tersebut sudah memiliki 150 tenant, yang sebagian besar merupakan pemain industri asal Jepang.

Direktur Independen sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk, Tondy Suwanto mengatakan, perseroan masih memiliki kas yang cukup kuat. Mengingat perseroan tidak memiliki utang. Hingga paruh I 2021, kas perseroan tercatat sebesar Rp 1,1 triliun meskipun perseroan sudah membagikan dividen kepada para investor.

"Masih banyak cash yang kita punya untuk kembangkan proyek kita. Lagipula kami tidak memiliki hutang atau pinjaman sebab seluruh pembiayaan proyek masih didanai dari kas internal,” kata dia.

Dalam paparan perseroan, diungkapkan Puradelta memiliki total asset Rp 6,47 triliun, dengan total ekuitas Rp 5,47 triliun dan liabilitas Rp 1 triliun.

Reporter: Elizabeth Brahmana

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel