Puradelta Lestari Raih Marketing Sales Rp 1,25 Triliun

·Bacaan 2 menit
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencatat penutupan perdagangan pada level 5.296,711 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Pengembang kawasan modern terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) meraih prapenjualan atau marketing salessebesar Rp1,25 triliun selama sembilanbulan pertama tahun 2021.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur dan Sekretaris Perusahaan Tondy Suwanto melalui siaran persnya, Rabu (6/10/2021).

Pra penjualan yang diraih tersebut sudah mencapai sekitar 62,4 persen dari target marketing sales Puradelta Lestari tahun 2021, yaitu sebesarRp2 triliun.

"Penjualan lahan industri masih menjadi tulang punggung untuk pencapaian marketing sales kami tahun ini," kata dia.

Pada periode sembilan bulan pertama tahun 2021, perseroan berhasil menjual sekitar 55,3 hektar lahan industrinya. Meningkatnya permintaan dari pemain datacenter sejak awal tahun menjadi penggerak capaian penjualan perseroan tahun ini.

"Di kuartal ke tiga ini saja, ada dua pemain datacenter baru telah bergabung dan akanberoperasi di kawasan industri GIIC KotaDeltamas,” kata Tondy.

Kawasan industri GIIC (Greenland International Industrial Center) merupakan kawasan industri di dalam Kota Deltamas yang dikelola Perseroan. Kawasan industri GIIC ini telah berhasil menarik investor berskala lokal maupun global dari berbagai macam sektor industri seperti otomotif, pergudangan dan logistik, pangan,dan data center.

"Belakangan ini, permintaan lahanindustri makin diramaikan oleh pelaku sektordata center," kata dia.

Tondy mengatakan, perusahaannya terus melakukan upaya memperkuat fasilitas dan infrastruktur industrinya untuk memastikan kehandalan operasional dari data center.

Bangun Zona Industri

Perseroan saat ini membangun sebuah zona industri khusus di dalam kawasan industri GIIC untuk pelanggan data center maupun industri lain yang membutuhkan teknologi terkini. Zona industri tersebut dilengkapi dengan fasilitasdan infrastruktur khusus.

"Kami bekerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk meningkatkan kehandalan pasokanlistrik di area tersebut, serta memperkuat jaringan serat optik yang menunjang kualitasoperasional dari industri data center yangtelah bergabung di kawasan industri kami,” kata dia.

Hal-hal tersebut diyakini menjadi nilai tambah dan keunggulankompetitif kawasan industri GIIC dalammenarik pemain data center untuk bergabungdi dalamnya.

Perseroan merencanakan kawasan industri GIIC tidak hanya sebagai sebuah pusatindustri otomotif dan manufaktur, tetapi jugamenjadi sebuah pusat data center.

Permintaan Lahan Industri

Saat ini, Puradelta Lestrari masih memiliki permintaan lahan industri seluas 70 hektar. Sebagian besar permintaan tersebut masih berasal dari data center.

"Dengan permintaan tersebut, target marketing sales kami sebesar Rp2 triliun di tahun 2021 diharapkan bisa tercapai," kata dia.

Di samping upaya Perseroan dalam mengembangkan kawasan industrinya, perseroan juga terus mengembangkan areakomersialnya.

Untuk itu, perseroan juga menyediakan pilihan berupa produk rukokomersial maupun lot komersial di Kota Deltamas, yang diyakini bisa menjadi pilihan pelaku bisnis komersial untuk mengoperasikan usahanya di daerah Cikarang dan sekitarnya.

Selain itu, perseroan juga segera mengoperasikan sejumlah fasilitas dan infrastruktursosial di Kota Deltamas, seperti rumah sakit, fasilitas pendidikan,rumah makan, dan pusat perbelanjaan. Sehingga misi jangkapanjang perseroan untuk pengembanganKota Deltamas bisa terwujud.

Kota Deltamas diharapkan bisa menjadi sebuah kawasanterpadu modern dan ramah lingkungan, juga sebagai pusat regional di timur Jakarta dan mampu memberi nilai tambah bagi pemangku kepentingan.

Reporter: Elizabeth Brahmana

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel