Pusat Desain Industri Nasional Yogyakarta ditargetkan beroperasi 2023

Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta menargetkan Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) yang saat ini sedang dalam proses pembangunan dapat langsung dibuka dan dioperasikan pada 2023.

"Pembangunan gedung ditargetkan selesai pada akhir tahun dan diharapkan bisa langsung beroperasi pada 2023, meskipun mungkin belum maksimal," kata Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, pembangunan gedung PDIN yang menempati lahan seluas 2.843 meter persegi di bekas Terminal Terban dengan anggaran Rp34,5 miliar tersebut berjalan lebih cepat dari target. Hingga Agustus penyelesaian pekerjaan pembangunan gedung yang semula ditargetkan tercapai 19 persen, telah mencapai 26 persen.

“Ada percepatan dari rencana. Struktur bangunan gedung pun sudah mulai terlihat. Mudah-mudahan pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu pada akhir Desember,” katanya.

Sejalan dengan penyelesaian pembangunan fisik, Tri Karyadi juga sedang menggodok berbagai kajian untuk manajemen pengelolaan PDIN.

Baca juga: Kemenperin: Industri desain produk berpotensi sumbang perekonomian

“Harapannya, begitu bangunan selesai dibangun bisa langsung difungsikan. Bisa jalan dulu. Untuk target profit dan lainnya belum menjadi prioritas,” katanya.

Kajian pengelolaan PDIN tersebut diantaranya meliputi kelembagaan yang akan menjalankan institusi tersebut. “Yang paling memungkinkan adalah berbentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang melekat di UPT Logam,” katanya.

BLUD dinilai dapat dibentuk lebih cepat dibanding jika harus membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) karena harus menyiapkan peraturan daerah sebagai dasar hukum. Selain itu kajian juga dilakukan untuk rencana strategi bisnis yang akan dijalankan, hingga rencana bisnis anggaran yang dibutuhkan.

“Saat nanti dioperasikan awal 2023, kami akan terlebih dulu memanfaatkan fasilitas bangunan, seperti tempat pelatihan atau workshop. Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) karena banyak pelatihan industri atau usaha yang dilakukan oleh kementerian tersebut,” katanya.

Tri berharap penyelenggaraan berbagai pelatihan atau workshop dapat dilakukan di PDIN sekaligus untuk menyosialisasikan keberadaan gedung beserta berbagai fasilitas di dalamnya.

“Perlahan-lahan, kami akan mengembangkan pemanfaatan PDIN sehingga bisa berfungsi optimal dan mendukung pengembangan Industri Kecil dan Menengah. Tidak hanya di Kota Yogyakarta tetapi juga di seluruh Indonesia,” katanya.

Baca juga: Pengusaha mebel inginkan pusat pengembangan desain