Pusat Informasi Ragunan Banjir Laporan Anak Hilang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pusat informasi Taman Margasatwa Ragunan tampak tak biasa. Lokasi yang berada di dekat pintu barat kebun binatang tersebut kebanjiran pelapor kehilangan barang dan anak.

"Di sini banyak yang lapor barang hilang dan anak hilang, tapi paling banyak anak hilang," ujar Yunita, salah satu petugas insidentil TM Ragunan kepada Tribun Jakarta, Senin (20/8/2012), Jakarta.

Menurut daftar buku di pusat informasi, terdapat lebih dari 25 orang yang melapor atau petugas yang menemukan anak yang terpisah dari orangtuanya. Sebagian besar berhasil dipertemukan dengan orangtuanya.

Leli misalnya, pengunjung dari Jakarta yang menemui anaknya yang terpisah darinya di pusat informasi.

"Anak saya yang kecil lagi main-main sama kakaknya, pas kakaknya main bola, yang kecil terpisah, saya bingung banget. Untung saya dengar informasi, terus saya ke sini. Alhamdulillah anak saya ditemukan," ujar Leli yang matanya terlihat berkaca-kaca.

Anak perempuan Leli, Ratna, ditemukan seorang satpam TM Ragunan seorang diri, lalu diajak ke pusat informasi. Kemudian petugas menyatat data si anak dan diinfokan lewat pengeras suara. Agar seluruh pengunjung mendengar informasi tersebut.

Anak-anak yang hilang di TM Ragunan tak hanya Ratna, anak berusia tiga tahun. Ratna tidak menangis atau rewel meminta ketemu orangtuanya. Tetapi di tempat itu banyak anak-anak berusia satu - 11 tahun yang menangis ingin bertemu dengan orangtuanya. Anak yang terpisah dari orangtuanya akan ditemani petugas TM Ragunan dan para polisi. Mereka diberikan minuman, permen, diajak cerita, bahkan ada yang digendong untuk menenangkannya.

"Kalau orangtua ngajak anak ke taman rekreasi atau tempat umum, tolong diawasi dengan seksama agar tidak terpisah dari orangtua. Kalau terpisah repot, ada yang nagis," tambah Aiptu Endang W dari Polres Jakarta Selatan.

Saat libur lebaran, TM Ragunan menerjunkan petugas Pramuka, insidentil, satpam, dan polisi untuk melayani dan mengamankan kebun binatang yang memiliki luas 140 hektar tersebut.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.