Pusat Perbukuan dorong guru di NTT memperbanyak menulis buku

·Bacaan 2 menit

Kepala Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Supriyatno mendorong para guru di Provinsi Nusa Tenggara Timur memperbanyak menulis buku-buku bacaan siswa yang berkualitas sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan di daerah itu.

"Menulis buku erat kaitannya dengan buku sebagai budaya yang pada akhirnya menjadi produk budaya," kata dia dalam pelatihan penulisan buku nonteks anak yang diikuti para guru dari lima kabupaten di NTT secara daring dipantau di Kupang, Kamis.

Pelatihan penulisan buku nonteks anak dilaksanakan lembaga Inovasi (Inovasi Untuk Anak Sekolah Indonesia) secara daring diikuti para guru dari lima kabupaten mitra Inovasi, yakni Kabupaten Sumba Barat, Sumba Timur, Nagekeo, Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya.

Menurut dia, upaya mengembangkan literasi tidak cukup dengan meningkatkan budaya membaca namun perlu diimbangi dengan budaya menulis.

"Terobosan yang dilakukan lembaga Inovasi dengan melakukan pelatihan menulis buku bagi para guru sangat strategis sehingga bisa mendapatkan penulis buku yang profesional di NTT," kata dia.

Baca juga: Tips pakar agar anak mumpuni menulis

Menurut dia, apabila tidak ada bacaan yang ditulis tentu anak-anak sekolah di provinsi berbasis kepulauan ini tidak memiliki buku bacaan memadai.

"Apa yang dilakukan lembaga Inovasi sebagai upaya meningkatkan literasi bangsa," katanya.

Dia mengatakan mulai 2022 penilaian buku tidak hanya diusulkan para penerbit tetapi juga dapat dilakukan penulis buku.

Dengan adanya kesempatan penulis buku mengajukan karya buku tulisannya untuk dinilai lembaga perbukuan pusat, katanya, buku itu bisa direkomendasikan sebagai layak digunakan satuan pendidikan.

"Kebijakan ini untuk menggairahkan penulisan buku. Kami yakin para guru di NTT memiliki potensi yang luar biasa untuk menulis buku. Bagi para guru yang memiliki talenta untuk menulis agar menulis buku-buku dengan banyak pengayaan bagi kebutuhan siswa yang bisa disebar luaskan di seluruh Nusantara," katanya.

Provincial Manager Inovasi-NTT, Hironimus Sugi, menegaskan pelatihan penulisan buku dilakukan Inovasi kali ini merupakan pelatihan kedua setelah pada Desember 2021 berupa pelatihan penulisan buku dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Ia mengatakan pelatihan penulisan buku cerita anak bagi para guru guna meningkatkan kualitas pendidikan dasar di NTT.

Menurut dia, banyak buku cerita yang telah dihasilkan namun khusus buku untuk anak-anak kategori pra-membaca masih terbatas.

"Karena itu pelatihan menulis buku ini sangat penting untuk memberikan bahan bacaan bagi anak sesuai kemampuan anak-anak," kata dia.

Baca juga: Penulis: Buku cerita yang baik mampu buka pikiran anak
Baca juga: Buku "Cerita dari Sudut Istana", Ngabalin diibaratkan Gattuso

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel