Puskesmas Pancoran sudah imunisasi 99 persen balita dalam program BIAN

Puskesmas Kecamatan Pancoran sudah melakukan imunisasi terhadap 99 persen balita dalam pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

"Capaian sudah sekitar 11.000 balita atau 99 persen dari target 11.237," kata Kepala Puskesmas Pancoran, dr. Sri Lenita saat ditemui, Jakarta, Rabu.

Dokter yang biasa disapa Nita itu menyebutkan Puskesmas Kecamatan Pancoran dalam waktu dekat ini akan mencapai angka 100 persen.

Pihaknya telah berkolaborasi dengan segala unsur puskesmas dan jajaran pemerintahan seperti RT, RW, dan Kepala Daerah sejak Mei 2022 hingga kini guna bisa mencapai target yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Menurut Nita, BIAN merupakan program pemerintah untuk melindungi kesehatan anak dengan cara memberikan imunisasi tambahan berupa MR (Measles Rubella).

"Untuk melindungi anak-anak dari kasus campak dan rubella maka anak tidak akan dilihat sudah MR apa belum, hanya saja anak akan diberikan tambahan MR," jelasnya.

Bayi yang diberi imunisasi ini berusia 9-59 bulan ini tanpa melihat status imunisasi akan diberikan imunisasi tambahan bernama MR untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari penyakit, kata dia.

"Kalau imunisasi sudah lengkap, maka kita akan tambahkan imunisasi campak sekali lagi saat BIAN," tegasnya.

Sementara itu, Petugas Imunisasi Puskesmas Kecamatan Pancoran Artuti menuturkan kerap melakukan jemput bola untuk mengejar target BIAN.

"Kami jemput bola mendatangi semua rumah. Karena masih banyak dari orang tua tidak mau membawa anaknya untuk ikut imunisasi dengan berbagai alasan sehingga perlu penjelasan," kata Artuti.

Pihaknya membuka imunisasi dari jam 07.00 sampai 21.00 WIB untuk memberikan kesempatan kepada orangtua yang baru sempat mengantarkan anaknya ke puskesmas pada malam hari.

Artuti juga menyebutkan trik agar anak mau disuntik imunisasi mulai dari dipangku orangtua hingga ornamen menarik seperti Super BIAN hingga mobil pelangi.

"Kita suruh pangku dengan orangtua, suruh dia duduk hadapan dengan ibunya. Jadi anak tidak melihat sehingga bisa kami suntik," jelasnya.
Baca juga: Pemkot Jakbar pastikan 172.944 bayi sudah ikut imunisasi program BIAN
Baca juga: Istri Wagub DKI ajak para ibu untuk sukseskan program BIAN
Baca juga: 86 persen anak di Jakarta Barat sudah terima imunisasi