Puspomad Bongkar Kasus Pembakaran Rumah Dinas Kesehatan di Papua

Rifki Arsilan, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) telah menyelesaikan penyelidikan terhadap kasus pembakaran Rumah Dinas Kesehatan di Hitadipa, Papua yang terjadi pada tanggal 19 September 2020 lalu. Sejumlah prajurit TNI AD telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembakaran rumah dinas kesehatan tersebut.

Danpuspomad Letnan Jenderal TNI Dodik Wijanarko mengatakan, sebanyak delapan anggota TNI AD telah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka itu dilakukan berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan barang bukti yang dikumpulkan selama proses penyelidikan oleh Tim Gabungan Mabes TNI Angkatan Darat dan Kodam XVII/Cenderawasih.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi dan alat bukti, maka penyidik menyimpulkan dan menetapkan delapan orang tersangka. Mereka merupakan anggota TNI AD," kata Letjen TNI Dodik Wijanarko di Mapuspomad, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu 23 Desember 2020.

Letjen TNI Dodik menambahkan, delapan orang personel TNI yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Kapten Inf SA, Letda Inf KT, Serda MFA, Sertu S, Serda ISF, Kopda DP, Pratu MI, dan Prada MH. Kedelapan orang oknum personel TNI AD itu berasal dari satuan berbeda.

"Lima tersangka dari Satgas Penebalan Apter BKO Kodam XVII/Cenderawasih yang kini sudah ditahan di Sub Denpom XVII/1-1 Nabire. Berkas sudah dilimpahkan ke Oditur Militer IV-20 Jayapura pada 10 Desember 2020 lalu," ujarnya.

Sementara itu, lanjut Danpuspomad, tiga tersangka lainnya yang berasal dari satuan Yonif Raider 400/BR masih belum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena mereka masih melaksanakan tugas Operasi Pamtas Mobile di bawah kendali Komando Operasi Pinang Sirih.

"Mereka akan diperiksa setelah melaksanakan tugas tersebut. Sekarang juga mereka masih bertugas di bawah kendali Komando Operasi Pinang Sirih," kata Letjen TNI Dodik.

Atas perbuatannya tersebut, para tersangka dijerat dengan Pasal 187 (1) KUHP tentang perbuatan sengaja mengakibatkan kebakaran, ledakan, atau banjir dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Kemudian, Pasal 55 (1) KUHP tentang melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan pidana.

Sementara itu, untuk rumah dinas kesehatan yang telah hangus dibakar oleh sejumlah oknum prajurit TNI AD itu kini tengah dalam proses pembangunan ulang yang dilakukan oleh Satuan Puszeni Angkatan Darat atas perintah Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa.

Baca juga: Ternyata 2 Warga Papua yang Raib Tewas, Mayatnya Dibakar Prajurit TNI