Putin dan Obama Beda Pandangan Urus Perang Suriah

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, LOUGH ERNE - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama dan Presiden Rusia, Vladimir Putin membahas sejumlah persoalan yang tengah mengemuka di dunia saat ini dalam pertemuan KTT G-8 di Irlandia Utara, Senin (18/6/2013).

Setelah menghadiri pembukaan KTT, keduanya bertemu secara pribadi di resort Lough Erne, tempat penyelenggaraan KTT G-8, di mana keduanya berusaha mengemukakan pendapatnya terhadap sejumlah persoalan yang dihadapi dunia saat ini,

Kepada wartawan, keduanya mengaku, telah terjadi ketidaksamaan pandangan terhadap sejumlah isu, khususnya mengenai perang saudara di Suriah, namun mereka berhasil mensepakati sejumlah hal,.

"Kami setuju mengakhiri kekerasan yang terjadi di Suriah, mengamankan senjata kimia di sana, dan memastikan mereka tidak digunakan, dan kita akan mencoba untuk menyelesaikan persoalan melalui cara-cara politik, jika memungkinkan," ujar Obama, seperti dikutip Upi.com, Selasa (18/6/2013).

Ucapan Obama diamini oleh Putin, seraya menambahkan, ia dan orang nomor satu di negeri Paman Sam itu tidak menginginkan bertambahnya korban dalam perang Suriah, dan berusaha mendamaikan pihak yang bertikai dengan membawanya ke meja perundingan di Jenewa, Swiss.

Sejumlah isu lainnya yang dibahas dalam pertemuan itu adalah, Korea Utara (Korut), dan Iran. Putin mengatakan kedua negara akan melakukan interaksi ke semua arah mengenai Korut, dan membujuk Iran untuk menghentikan ambisi pengembangan senjata nuklir.

Obama mengatakan bersama Putin telah sepakat "memiliki kewajiban khusus" untuk "memimpin dunia dalam kedua isu keamanan nuklir dan isu-isu proliferasi.

"Dan salah satu hasil nyata dari pertemuan ini adalah bahwa kita akan menandatangani kerjasama yang pertama kali didirikan melalui program Nunn-Lugar untuk melawan potensi ancaman proliferasi dan untuk meningkatkan keamanan nuklir," kata Obama.

"Dan saya pikir adalah contoh pembicaraan yang konstruktif, dan hubungan kerja sama yang berhasil membawa kita keluar dari pola pikir Perang Dingin. Dengan bekerja sama, kita tidak hanya meningkatkan keamanan dan kesejahteraan bagi rakyat Rusia dan Amerika, tetapi juga membantu memimpin dunia untuk tempat yang lebih baik," lanjutnya.

Sementara Putin mengatakan Obama sepakat untuk meluncurkan mekanisme kerjasama baru dalam bidang ekonomi, dengan melanjutkan pembicaraan pada tingkat ketua Pemerintah Federasi Rusia dan Wakil Presiden AS Joe Biden.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.