Puting Beliung Terjang Bone, 27 Rumah Rusak

Merdeka.com - Merdeka.com - Bencana angin puting beliung menerjang Kelurahan Lanroe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone. Setidaknya 27 rumah warga rusak akibat angin puting beliung.

Camat Tanete Riattang Andi Arman Bobi mengatakan, angin puting beliung terjadi pada Selasa (6/6) pukul 10.30 Wita. Akibat bencana itu sejumlah rumah mengalami kerusakan ringan maupun berat.

"Selain itu ada satu orang terluka dan sudah dapat perawatan di puskesmas. Korban luka akibat terkena kayu saat keluar menyelamatkan diri," tuturnya.

Bobi memaparkan sejumlah warga yang rumahnya rusak akibat angin puting beliung sudah mengungsi di tenda darurat.

Bantuan untuk Korban

Sementara Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyalurkan bantuan logistik bagi para korban. Ia mengatakan sudah memerintahkan Dinas Sosial (Dinsos) Sulsel mengirimkan bantuan logistik.

"Setelah melihat laporan kejadian kami langsung memerintahkan untuk memberikan bantuan logistik buffer stock provinsi kepada warga korban angin puting beliung di Lanroe, Kabupaten Bone," kata Andi Sudirman Sulaiman, Rabu (8/6).

Berdasarkan data diterimanya, terdapat 27 unit rumah rusak dalam peristiwa itu. Rinciannya, 7 unit rusak berat, 6 rusak sedang, dan 14 rusak ringan.

Siapkan Logistik Cadangan

Kepala Dinas Sosial Sulsel Andi Irawan Bintang menyampaikan, logistik yang diberikan adalah logistik provinsi yang ada di Dinsos Bone. Bantuan itu langsung disalurkan kepada korban.

"Kemarin Pak Gubernur melihat laporan peristiwa tersebut di sosial media, langsung menghubungi untuk memberikan bantuan. Stoknya sudah ada di Bone, sehingga langsung kami salurkan," sebutnya.

Ia menyebut bantuan dengan cepat diberikan ketika terjadi di kabupaten/kota karena di sana telah tersedia logistik. Setelah disalurkan, akan disuplai stok baru sebagai persediaan. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel