PUTR Buleleng bangun 270 unit sarana sanitasi untuk masyarakat

Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) membangun sebanyak 270 unit sarana sanitasi air limbah untuk meningkatkan kesehatan dan taraf hidup masyarakat yang kurang mampu di wilayah setempat.

"Adapun sumber anggaran berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat sebesar Rp2,2 miliar," kata Kepala Dinas PUTR Buleleng, Putu Adipta Eka Putra, di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Selasa.

Ia mengatakan, anggaran DAK tersebut disalurkan kepada masyarakat untuk membangun 270 unit tangki septik skala individual perdesaan dengan bilik sederhana tersebar pada lima Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang masing-masing berada di Desa Tembok, Desa Tejakula, Desa Tegal Linggah, Desa Banjar Tegeha, dan Desa Pemuteran.

Pihaknya memaparkan bahwa mengenai teknis pekerjaan memang sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat, namun Dinas PUTR tetap memberikan pendampingan teknis.

"Kami di internal juga ada tenaga fasilitator masyarakat yang mendampingi masing-masing desa itu, mendampingi di masing-masing tahapan sehingga secara total bisa tepat waktu di sana," jelasnya.

Baca juga: KKP luncurkan program pemuliaan air di Danau Tamblingan Bali

Baca juga: Masyarakat Desa Lemukih-Bali gencarkan penanaman pohon sesuai tema G20

Sebelum memulai proses pembangunan sanitasi air limbah, pihaknya terlebih dahulu memastikan penerima bantuan memiliki lahan yang cukup untuk membangun, selain itu akses air bersih juga wajib ada. Biasanya KSM memasoknya dari penyedia air bersih di desa seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) atau kelompok masyarakat pengelola air bersih.

KSM akan mulai bekerja didampingi oleh tenaga fasilitator dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia secara optimal. Terkait progres secara keseluruhan di Kabupaten Buleleng kata Adiptha per hari ini sudah mencapai 25 persen. Pihaknya menargetkan bulan Oktober ini pengerjaan sudah mencapai 100 persen.

Menurut Adiptha, program swakelola ini selain memberikan akses sanitasi yang layak kepada masyarakat kurang mampu, juga menyediakan program padat karya yang bisa menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat.

"Masyarakat sangat antusias, jadi bersyukur di era pandemi ini masih ada proyek di desa yang bisa menggerakkan ekonomi desa," kata Adiptha.

Baca juga: Masyarakat adat perjuangkan penyelamatan hutan di Tamblingan-Bali

Baca juga: Wakil Bupati Buleleng imbau masyarakat kelola sampah berbasis sumber

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel