Putra Donald Trump Tertangkap Basah Sebar Video Hoaks

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Eric Trump putra Presiden Amerika Serikat Donald Trump tertangkap basah menyebarkan video hoaks, tentang pembakaran sekitar 80 surat suara untuk Donald Trump.

Seperti dirilis Foxcarolina.com, video tersebut menampilkan seorang pria dengan kantong plastik penuh dengan kertas yang terlihat seperti surat suara disiram dengan cairan yang mudah terbakar dan dibakar. Orang yang wajahnya tidak pernah diperlihatkan dalam video tersebut, mengklaim 80 surat suara semuanya untuk Trump. Meski lokasinya tidak dibahas dalam video, keterangan atas kertas berasal dari Virginia Beach, Virginia.

Eric Trump pun membagikan video tersebut dengan me-retweet akun yang mempostingnya. Akun yang di-retweet oleh Eric Trump kini telah ditangguhkan, yang berarti video tersebut tidak lagi dapat dilihat di feed Eric Trump.

Namun, surat suara itu tidak nyata. Klaim video tentang pembakaran sekitar 80 surat suara untuk Donald Trump telah dibantah Kota Virginia Beach, dilansir dari Foxcarolina.com.

Kota Virginia Beach mengatakan, surat-surat itu jelas merupakan surat suara sampel, bukan surat suara resmi, karena surat itu tidak memiliki tanda kode batang yang ada di semua surat suara resmi, menurut pernyataan yang dirilis Selasa sore. Pernyataan tersebut disertai dengan menunjukkan surat suara resmi dan membandingkannya dengan tangkapan layar dari video palsu.

Christine Lewis, wakil registrar Virginia Beach, menunjukkan kepada CNN bahwa kantornya dengan cepat menyoroti penipuan tersebut dalam upaya mencegah penyebaran informasi yang salah.

Direktur komunikasi kota Julie Hill menambahkan, polisi dan penyelidik kebakaran sekarang sedang menyelidiki masalah tersebut.

Meskipun dibantah pada hari Selasa, video tersebut terus dibagikan di media sosial. Video itu akhirnya sampai ke situs media sayap kanan seperti Gateway Pundit, yang memposting versi klip itu pada Rabu sore. Eric Trump membagikan video tersebut sekitar pukul 15:40 pada hari Rabu waktu setempat.

Versi yang dibagikan Eric Trump memiliki sekitar 1,2 juta tampilan saja. CNN menemukan tiga akun lain yang memposting video yang sama yang memiliki lebih dari 115.000 penayangan gabungan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.