Putra Mantan Panglima Perang Chechnya Meninggal di Suriah

Moskow (AFP/ANTARA) – Putra dari komandan lapangan Chechnya yang melancarkan perang melawan angkatan bersenjata Rusia, meninggal saat bertempur dengan pemberontak di Suriah, menurut situs Islam Rusia pada Rabu.


Rustam Galayev, putra dari mantan panglima perang Ruslan Galayev, “terlibat bentrokan dengan angkatan bersenjata utama rezim Alawis di wilayah Suriah, kemungkinan antara 11 Agustus dan 13 Agustus,” ujar situs KavkazCenter.


“Saat bertempur, dia mati syahid,” ujar situs tersebut, yang secara reguler digunakan oleh milisi Islam yang berbasis di Rusia untuk bertukar informasi dan membangun sebuah sejarah yang menyediakan laporan di medan perang secara akurat.


Ruslan Galayev merupakan salah satu komandan tinggi di perang pertama Chechnya untuk kemerdekaan negara tersebut, yang menewaskan puluhan ribu jiwa antara 1994 dan 1996, yang berakhir dengan kemenangan kedaulatan yang lebih luas atas Rusia.


Wilayah yang sudah diperbaiki kemudian rusak akibat pertikaian antara para komandan lapangan dan tetap dipenuhi oleh kekerasan kejahatan yang terorganisasi hingga para pemimpin milisi menantang Rusia kembali pada 1999.


Ruslan Galayev bergabung dalam perang dunia II, yang berlanjut perlahan selama bertahun-tahun setelah para tentara Rusia mengklaim kendali kota utama Chechnya pada 2000.


Dia meninggal pada 2004 ketika memimpin sebuah kelompok bersenjata dalam serangan melawan penjaga perbatasan Rusia di permukiman wilayah Dagestan, Causcasus Utara.


KavkazCenter mengatakan Rustam Galayev lahir pada 1988 dan sebagian besar hidupnya dijalaninya di Rusia sebelum menerima pendidikan Islam di negara Timur Tengah yang tidak disebutkan namanya.


Dia datang ke Suriah pada saat musim panas, ujar situs tersebut, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya serta anggota diaspora Chenchen di eropa. (dh/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.