Putra Rajawali Kencana Kantongi Pendapatan Rp 95,95 Miliar pada 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Resmi initial public offering (IPO) Januari 2020, PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA), emiten bergerak di jasa transportasi mencatat kenaikan laba bersih hingga 33,7 persen. Perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan Rp 6,76 miliar pada 2020 dari periode 2019 sebesar Rp 5,06 miliar.

"Net profit kita naik 33,7 persen dibandingkan tahun 2019. Tahun 2019 itu Rp 5,06 miliar sedangkan 2020 Rp 6,76 miliar," kata Direktur Utama PT Putra Rajawali Kencana Tbk, Ariel Wibisono dalam diskusi virtual, Selasa (27/4/2021).

Tak hanya itu, Ariel juga menyebut kenaikan aset pada 2020. Hanya saja kenaikan tersebut merupakan pembelian beberapa kendaraan yang tertunda karena pandemi COVID-19.

"Aset Rp 453,51 miliar di 2020, tahun sebelumnya Rp 221,94 miliar. Ini sebenarnya pembelian yang sempat ter-pending karena dampak pandemi. Ini baru dapat direalisasikan di bulan september 2020, sehingga mencatatkan pertumbuhan sebesar 87,3 persen," ujarnya.

Terkait liabilitas, Ariel menegaskan utang yang dimiliki perusahaan pada 2020 masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan aset yang dimiliki.

"Ini utang kita bisa dikatakan masih kecil ya dibandingkan aset dan modal kita. Hanya Rp 42,33 miliar meningkat dua miliar dari tahun 2019," tuturnya.

Untuk pendapatan, PT Putra Rajawali Kencana Tbk raup Rp 88,46 miliar sepanjang 2019. Angka tersebut meningkat 8,47 persen pada 2020 menjadi Rp 95,95 miliar.

"Perusahaan masih dapat mencatatkan pertumbuhan di tengah pandemi yakni 8,5 persen. Meski demikian masih tetap kurang maksimal. Ebitda kita meningkat 30 persen, karena ada efisien yang cukup baik," katanya.

Gerak Saham PURA

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (27/4/2021), saham PURA turun 1,85 persen ke posisi Rp 106 per saham. Saham PURA dibuka stagnan di posisi Rp 108 per saham.

Saham PURA bergerak di kisaran Rp 104-Rp109 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 6.774 kali dengan nilai transaksi Rp 29,8 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini