Putra Wapres Pelopori Gerakan Arus Bawah di Istana Gebang Blitar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Blitar - Putra Wakil Presiden Maruf Amin, Ahmad Syauqi atau Gus Syauqi menyambangi Istana Gebang, rumah Presiden RI pertama Soekarno (Bung Karno), di Blitar, Senin (13/9/2021).

Di Istana Gebang, Gus Syauqi menjadi keynote speaker dalam Rembug Arus Bawah.

Sekadar diketahui, Rembug Arus Bawah ini diselenggarakan Balitara bersama Garda Sandi. Acara yang digelar dengan sederhana tersebut dihadiri perwakilan kelompok masyarakat. Di antaranya, PC GP Ansor Kabupaten Blitar, Pemuda Hindu, Pegiat Desa dan Kebudayaan, dan Pecalang.

Gus Syauqi mengatakan, Istana Gebang merupakan tempat yang sakral karena pernah dihuni oleh bapak pendiri bangsa. Namun perlu diingat, kata Gus Syauqi, bahwa bangsa Indonesia dibangun oleh tekad kuat dari berbagai elemen masyarakat.

Dengan demikian, lanjut Ketua Dewan Pembina Master C-19 ini, tidak ada satu pun kelompok yang bisa mengklaim paling berjasa atas berdirinya bangsa Indonesia.

"Bangsa ini didirikan atas kesepakatan. Nah, kesepakatan itu dibangun bukan hanya dari satu kelompok saja, tapi atas kesepakatan berbagai golongan," tutur Gus Syauqi.

Presiden pertama Bung Karno wajib dihormati dan diteladani oleh seluruh bangsa Indonesia. Akan tetapi, para pendiri bangsa serta elemen masyarakat lainnya yang turut bahu membahu memerdekakan bangsa juga harus mendapat penghargaan.

"Elemen atau kelompok Islam juga punya kontribusi besar dalam kemerdekaan. Artinya, yang membangun pondasi bangsa ini dari berbagai elemen. Dengan begitu, kita semua berkewajiban menjaga keutuhan bangsa dan negara ini. Bukan hanya menjaga, kalau bisa kita juga bersatu memperkokoh bangunan bangsa Indonesia," harapnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sinergi

Turut hadir dalam Rembug Arus Bawah Ketua Umum Forum Satu Bangsa (FSB) Herry Haryanto Azumi. Mantan Ketua Umum PB PMII ini menambahkan, untuk melanjutkan tongkat estafet dari pada pendiri bangsa, seluruh elemen masyarakat harus berkonsolidasi dan bersinergi.

"Saya setuju dan senang bila kelompok arus bawah bersinergi seperti ini. Apalagi yang hadir mewakili dari berbagai kelompok. Saya lihat ada dari kelompok Marhaenis, ada dari kelompok Nahdliyin dan kelompok lainnya," kata Herry.

Herry mengamini pernyataan Gus Syauqi, jika bangsa ini dibangun atas dasar kesepakatan seluruh elemen bangsa. Kesadaran ini harus terus menerus dengungkan agar generasi bangsa tidak terpecah belah.

Herry berharap sinergisitas berbagai kelompok ini menjadi gerakan. Bahkan gerakan arus bawah ini harus diperluas hingga ke seluruh Nusantara. "Gerakan arus bawah ini jangan hanya sampai di sini. kalau bisa digaungkan secara nasional," tandas Herry.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel