Putri Candrawathi Dukung Skenario Sambo, Jaksa: Sengaja Berpakaian Seksi

Merdeka.com - Merdeka.com - Jaksa penuntut umum (JPU) menyinggung soal peran Putri Candrawathi yang nyatanya turut terlibat dalam mendukung skenario pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Dengan sengaja berganti pakaian seksi, saat di rumah dinas Duren Tiga.

Fakta itu disampaikan JPU dalam pertimbangan tuntutan terhadap terdakwa Ricky Rizal alias Bripka RR. Berawal dari fakta Putri Candrawathi yang awalnya mengenakan sweater coklat dan legging hitam panjang saat tiba di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga.

Dengan niat melakukan isolasi mandiri, lantas Putri masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian yang dianggap JPU lebih seksi, ketimbang pakaian sebelumnya.

"Sesudah berada di dalam rumah sengaja dikondisikan berpenampilan seksi dengan mengganti pakaian lebih seksi," ujar JPU dalam sidang di PN Jakarta Selatan, Senin (16/1).

Menurut JPU, pakaian yang dipilih Putri Candrawathi yakni piyama atau kemeja hijau bermotif garis hitam. Dengan maksud pakaian seksi tersebut bertujuan mendukung skenario adanya pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J.

"Dengan baju kemeja dengan pakaian hijau gari-garis hitam dan celana pendek warna hijau garis-garis hitam. Sehingga menjadi penyebab seolah-olah korban kemudian berniat melecehkan atau memperkosa saksi Putri Candrawathi," kata jaksa.

Dakwaan Bripka RR

Adapun dalam kasus ini, terdakwa Ferdy Sambo telah mengakui bahwa tidak ada pelecehan di rumah dinas Duren Tiga. Karena, pemicu kemarahannya adalah aksi pemerkosaan atau kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri.

Sehingga, dugaan pelecehan itu selalu disebutnya sebagai dasar dibalik tindakannya untuk merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J.

Adapun dalam perkara ini, Bripka RR didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Secara bersama-sama, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf dan Richard Eliezer alias Bharada E.

Mereka didakwa turut terlibat dalam perkara pembunuhan berencana bersama-sama merencanakan penembakan terhadap Brigadir j pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga No. 46, Jakarta Selatan.

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," ujar jaksa saat dalam surat dakwaan.

Sebagaimana berdasarkan Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Hukuman memuat pidana paling berat sampai pidana mati. [rhm]