Putri Candrawathi Jalani Tes Kesehatan Sebelum Diperiksa Sebagai Tersangka

Merdeka.com - Merdeka.com - Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi memenuhi pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Kini, dia menjalani tes kesehatan di Bareskrim Polri.

"Yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan kesehatan, sebelum pemeriksaan (sebagai tersangka)," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dihubungi, Jumat (26/8).

Andi membenarkan Putri hadir di Gedung Bareskrim Polri Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.48 Wib. Namun demikian, kedatangan sosok tersangka kelima dalam kasus ini luput dari pantauan awak media.

Tak diketahui Putri masuk melewati pintu mana. Diduga, dia datang dengan menumpangi mobil Kijang Innova B 1284 IR warna hitam. Mobil itu terlihat menghindari awak media saat memasuki area Bareskrim Polri.

"Sudah (datang)," ujar Andi.

Terancam Hukuman Mati

Polri telah menetapkan Putri Candrawathi sebagai tersangka dalam pembunuhan berencana Brigadir J. Penetapan tersangka usai penyidik menemukan CCTV di tempat lokasi yang sempat dikabarkan hilang.

Dirtipiddum Bareskrim Polri, Brigjen Adi Rian mengatakan, setidaknya sudah ada 52 orang diperiksa oleh Timsus dalam pembunuhan berencana Brigadir J. Bahkan, polisi berhasil menemukan CCTV yang menjadi kunci penetapan Putri Candrawathi sebagai tersangka.

"Alhamudlillah CCTV yang sangat viral menggambarkan situasi sebelum, sesaat dan setelah kejadian. Kami temukan dengan sejumlah tindakan penyidik dari hasil penyelidikan tersebut. Tadi malam sampai pagi sudah dilakukan sejumlah pemeriksaan tadi disampaikan bahwa ibu PC ditetapkan tersangka," jelas Andi Rian di Mabes Polri, Jumat (19/8).

Adapun, Istri Ferdy Sambo itu dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP. Pasal 340 mengatur pidana terkait pembunuhan berencana dengan ancaman pidana hukuman mati, pidana penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun.

Dengan demikian total ada lima tersangka pembunuhan Brigadir J. Empat tersangka lainnya, yakni Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, dan asisten rumah tangga Sambo Kuwat Maruf. [tin]