Putri Candrawathi Kukuh Terjadi Pelecehan, Kubu Brigadir J Minta Dibuka ke Publik

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengacara keluarga Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak menegaskan tidak percaya dengan pengakuan Putri Candrawathi yang masih mengaku sebagai korban asusila atau pelecehan terkait kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J. Keterangan istri Irjen Ferdy Sambo tersebut diragukan Kamaruddin setelah kerap berubah terkait dugaan pelecehan dialaminya.

"Ya tidak percaya lah. Orang pertama dibilang (pelecehan itu terjadi) di Duren Tiga kok (sekarang) lompat ke Magelang. Dan di Magelang kan sudah kita patahkan dia ada WA-WA (WhatsApp) dengan adik dari pada almarhum. Mana ada korban pelecehan ber-WA ria dengan adik pelaku. Kan begitu," kata Kamaruddin saat dihubungi, dikutip Senin (28/8).

Kamaruddin turut mempertanyakan kejadian dan kapan waktu dugaan pelecehan dialami Putri. Dia meminta hal itu dijabarkan ke publik secara rinci dan jelas.

"Kalau dari Duren Tiga ke Duren Dua itu masih dekat. Tapi kalau sampai antar kota, antar provinsi itu tidak masuk akal ya. Jadi musti tanyakan dulu Ibu Putri kapan dan di mana dia jadi korban, tanggal berapa, hari apa, jam berapa biar gampang kita patahkan, kan gitu," ujar dia.

Melihat beberapa keterangan sebelumnya yang berubah-ubah, Kamaruddin khawatir jika Putri ke depan bisa saja mengubah pengakuannya. Sebagaimana kejadian awal yang terjadi di Jakarta lantas berganti ke Magelang.

"Karena nanti begini. Khawatir kita jawab lagi, ganti lagi skenario plan a, kita kan enggak tahu plan berapa sekarang, plan a, plan b plan c, plan d kan gitu. Dia kan sudah berapa kali ganti cerita ya," tutur dia.

"Jadi tidak mungkin semua cerita dia harus kita tanggapi. Lebih bagus nanya, bikin di atas materai 10 ribu, kapan dan di mana saudara jadi korban, tanda tangan di atas materai 10 ribu. Jadi jangan ganti-ganti, gitu lho. Jadi mudah kita patahkan," imbuhnya.

Kesaksian Putri ke Penyidik

Putri sebelumnya mengklaim kepada penyidik menjadi korban tindakan pelecehan Brigadir j. Hal itu disampaikan kuasa hukum Putri, Arman Haris.

"Ibu PC juga menjelaskan dalam pemeriksaan bahwa beliau adalah korban tindakan asusila atau kekerasan seksual dalam perkara ini," kata Arman kepada wartawan, Sabtu (27/8) dini hari.

Arman menyampaikan bahwa keterangan sebagai korban pelecehan yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah itu pun telah tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka sejak Jumat (26/8) kemarin

"Dan keterangan klien kami juga sudah dicatat oleh penyidik dalam BAP tersebut, sekaligus penjelasan kronologis kejadian yang terjadi di Magelang," sebutnya.

Arman mengatakan bahwa keterangan Istri Ferdy Sambo itu secara konsisten telah menjawab sekitar 80 pertanyaan yang diajukan penyidik. Termasuk dengan pasal yang dipersangkakan sampai dengan peran Putri dalam kasus kematian Brigadir J.

"Berdasarkan klien kami dalam BAP tersebut dugaan tersebut tidaklah akurat. Dan telah dijelaskan klien kami secara konstruktif kepada penyidik," ujarnya.

Atas hal itu, Arman mengatakan bawah pihaknya mempunyai keyakinan bahwa dalam perkara ini akan terkuak kejadian yang sebenarnya, ketika perkara ini telah naik ke persidangan.

"Akan semakin jelas dan terang, saatnya nanti dalam persidangan akan dibuktikan," sebutnya.

Adapun, Putri telah dijadwalkan bakal kembali menjalani pemeriksaan kedua Rabu (31/8) hingga keperluan rekonstruksi kepada para tersangka, Selasa (30/8).

"Selanjutnya seperti teman-teman sudah ketahui bersama pemeriksaan akan dilanjutkan hari Rabu, minggu depan. Tadi sudah dijelaskan Kadiv Humas, pemeriksaan nanti adalah pemeriksaan konfrontir, hari Selasa ada rekonstruksi tadi sudah dijelaskan," tuturnya.

Tunda Pemeriksaan Putri

Penyidik Bareskrim Polri memutuskan menunda pemeriksaan terhadap tersangka Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang berlangsung, Jumat (26/8).

Penundaan itu terkait dengan kebutuhan penyidik yang masih memerlukan waktu untuk mendalami keterangan Putri dalam pemeriksaan kedua Rabu (31/8) hingga keperluan rekonstruksi kepada para tersangka, Selasa (30/8).

"Pemeriksaan masih akan dilanjutkan, jadi masih belum cukup, pada hari rabu tanggal 31 Agustus. Kemudian hasilnya akan disampaikan tapi bukan saya yg menyampaikan, tapi langsung Pak Dirtipidum," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (26/8).

Adapun dalam pemeriksaan kedua ini, Putri dijadwalkan bakal menjalani pemeriksaan secara konfrontir dengan ditemukan tersangka lainnya guna menguji keterangan setiap tersangka.

"Sama beberapa tersangka lainnya, seperti RR, KM, dan RE," sebutnya. [gil]