Putri Candrawathi Sudah 12 Jam Diperiksa di Bareskrim, Pengacara: Masih Berlangsung

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri kembali memeriksa Putri Candrawathi sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Rabu (31/8). Menjelang Kamis (1/9) dini hari, pemeriksaan istri eks Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo, masih berlangsung.

"Malam, masih berlangsung," kata pengacara keluarga Ferdy Sambo, Arman Hanis, saat dikonfirmasi, Rabu (31/8).

Arman menyebut, pemeriksaan oleh penyidik terhadap Putri Candrawathi itu dilakukan sejak pukul 11.00 WIB. Meski sudah 12 jam berlalu masih belum ada tanda-tanda ia akan keluar.

Penuhi Panggilan

Sebelumnya, Putri Candrawathi memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri atau Tim Khusus (Timsus) Polri. Pemanggilan ini terkait dengan kasus pembunuhan atau tewasnya Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat.

Pengacara Keluarga Irjen Ferdy Sambo, Arman Hanis mengatakan, istri dari eks Kadiv Propam Polri itu telah siap untuk menjalani proses pemeriksaan pada hari ini, Rabu (31/8).

"(Keluhan sakit pemeriksaan sebelumnya) Ya artinya siap ya. (PC) sudah di dalam, saya masuk ini," kata Arman kepada wartawan, Rabu (31/8).

Lalu, saat ditanyakan kapan kliennya itu datang ke Bareskrim. Ia mengaku tidak mengetahuinya, karena memang ia tidak secara bersama datang ke Bareskrim.

"(Datang jam berapa PC) Saya belum tahu, saya telat ini. Masih belum (pemeriksaan) ya," ujarnya.

Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Diketahui, Putri Candrawathi telah ditetapkan menjadi tersangka atas tewasnya Brigadir J. Ia disangkakan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan 56.

Polri telah menetapkan lima orang tersangka atas kasus tewasnya Brigadir J. Kelima orang itu yakni Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer, Kuwat Maruf dan Putri Candrawathi.

Dalang atau otak dibalik pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J ini adalah Ferdy Sambo. Oleh karena itu, ia pun bersama dengan tiga orang tersangka lainnya, Bripka Ricky Rizal, Kuwat Maruf dan Putri Candrawathi dikenakan Pasal 340 subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56.

Sedangkan, untuk Bharada Richard Eliezer sendiri hanya dikenakan Pasal 338 saja.

Meski sudah menjadi tersangka, Putri belum dilakukan penahanan. Sementara suaminya Ferdy Sambo ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Lalu, untuk Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kuwat Ma'ruf ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. [yan]