Putri Cempo Bermasalah, Walikota Solo Ketar-Ketir

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Walikota Surakarta Joko Widodo mengaku takut dengan persoalan sampah di daerahnya, yang apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan masalah seperti banyak terjadi di kota-kota besar di Indonesia.

"Umur Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, satu-satunya TPA di kota ini diperkirakan tinggal dua tahun lagi. Kalau melihat kondisi itu saya juga takut," kata Walikota yang akrab disapa Jokowi ini, Rabu (7/6).

Ia mengakui penanganan sampah saat ini sebenarnya sudah terlambat karena TPA Putri Cempo sudah melebihi daya tampungnya.

Menurut Tokoh Perubahan Republika 2010 ini, satu-satunya penyelesaian yang bisa dilakukan adalah memperbaiki pengelolaan TPA Putri Cempo, misalnya dengan mengolah sampah menjadi pupuk organik sehingga tumpukan sampah bisa menjadi berkurang. "Makanya saya sangat ingin Putri Cempo segera dibenahi. Supaya Solo bisa terselamatkan dari masalah sampah," ujarnya.

Walikota Jokowi berharap Putri Cempo segera dibenahi dalam beberapa bulan ke depan, agar masalah sampah bisa diselesaikan dalam tiga bulan.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.