Putri Mako Buka Suara Usai Dibandingkan dengan Meghan Markle

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Putri Mako akhirnya bicara. Memecah kebisuannya atas perbandingan yang dibuat oleh publik dan media antara dirinya dan Meghan Markle.

Mako, keponakan Kaisar Jepang Naruhito yang berusia 30 tahun, berbicara tentang perbandingan antara dia dan Duchess of Sussex.

Putri Mako melakukan konferensi pers setelah mendaftarkan pernikahannya dengan mantan teman sekelas universitasnya Kei Komuro, demikian dikutip dari express.co.uk, Jumat (29/10/2021).

Mako kehilangan gelar putri setelah menikahi rakyat biasa. ditanyai dalam sebuah pertanyaan yang diajukan oleh pers tentang perbandingan dengan Meghan Markle, dia menjawab: "Untuk perbandingannya, saya tidak punya pemikiran khusus."

"Saya ingin menahan diri untuk tidak menjawab pertanyaan apa pun tentang kehidupan pribadi saya di masa depan."

"Saya mempertimbangkan untuk tidak memberikan wawancara apa pun saat ini. Yang saya inginkan hanyalah menjalani kehidupan yang damai di lingkungan baru saya," tegas Putri Mako

Perbandingan antara Meghan dan Putri Mako dipicu karena keduanya sempat berstatus sebagai bangsawan dan menjadi perhatian media secara intens.

Apalagi, mereka berdua memilih untuk pindah ke Amerika untuk memulai hidup baru setelah meninggalkan status kerajaannya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tinggal di Apartemen Kecil Satu Kamar

Putri sulung Pangeran Akishino, Putri Mako saat menghadiri pameran kaligrafi di  Tokyo, Jepang (9/2). Jika Putri Mako jadi menikah dengan Kei Komuro, itu berarti ia akan melepas gelar kebangsawanannya. (AFP Photo/Pool/Toru Yamanaka)
Putri sulung Pangeran Akishino, Putri Mako saat menghadiri pameran kaligrafi di Tokyo, Jepang (9/2). Jika Putri Mako jadi menikah dengan Kei Komuro, itu berarti ia akan melepas gelar kebangsawanannya. (AFP Photo/Pool/Toru Yamanaka)

Putri Mako dan suaminya akan meninggalkan Jepang dan dilaporkan tinggal bersama di apartemen satu kamar di New York City, Amerika Serikat.

Pindah ke AS dilakukan setelah ia melepaskan gelar kerajaan dan melangsungkan pernikahan di Tokyo, Jepang demikian dikutip dari dalam Dailymail.

Mako (30) putri tertua Putra Mahkota Fumihito dan keponakan Kaisar Naruhito yang memerintah, menikah dengan kekasihnya yang ia temui di bangku universitas, Kei Komuro -- seorang rakyat biasa.

Hukum suksesi Jepang yang ketat melarang wanita naik ke Tahta dan memaksa mereka untuk melepaskan gelar jika mereka menikahi orang biasa.

Pasangan itu berencana untuk pindah ke AS dan tinggal di New York City di mana Komuro bekerja sebagai pengacara di firma hukum Lowenstein Sandler LLP yang berbasis di New-Jersey.

Putri Mako dan suaminya berencana untuk menyewa apartemen satu kamar yang akan mereka biayai sendiri, lapor penyiar Jepang NHK.

Biaya sewa apartemen satu kamar tidur di lingkungan yang paling dicari di New York, seperti West Village di Manhattan bagian bawah, berkisar dari US$ 3.000 hingga US$ 11.000 per bulan (Rp 42 juta hingga Rp 156 juta).

Pernikahan Putri Mako dianggap sangat sederhana. Sang putri hanya mengenakan rok biru dengan seikat bunga putih, berpamitan kepada orang tuanya, Putra Mahkota Akishino dan ibunya Putri Kiko.

Infografis Naruhito Kaisar Baru Jepang

Infografis Naruhito Kaisar Baru Jepang. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Naruhito Kaisar Baru Jepang. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel