Putri, Riwayatmu Dulu

Merdeka.com - Merdeka.com - Putri Candrawathi (PC), tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofryansyah Yosua Hutabarat tengah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jumat (26/8). Putri datang ke Gedung Bareskrim bersama kuasa hukumnya, Arman Hanis.

Keterangan Putri sangat ditunggu karena dinilai mampu mengungkap motif Irjen Ferdy Sambo mengeksekusi Brigadir J hingga membuat skenario 'tembak menembak' untuk mengelabui semua pihak. Apalagi, Putri juga memiliki peran yang sentral dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir J tersebut.

Jika melihat latar belakangnya, istri Ferdy Sambo merupakan anak seorang purnawirawan perwira TNI, dengan Pangkat terakhir Brigadir Jenderal (Brigjen) atau jenderal bintang satu. Putri berasal dari Provinsi Bali.

Putri dan Ferdy pernah mengenyam pendidikan di sekolah yang sama, yaitu SMP 6 Ujungpandang atau yang sekarang bernama SMPN 6 Makassar. Tetapi, keduanya menempuh sekolah menengah atas di lokasi yang berbeda usai lulus dari SMP di tahun 1991.

Ferdy Sambo tetap di Makassar dan bersekolah di SMA Negeri 1 Makassar, namun Putri harus mengikuti bapaknya pindah berdinas di Pulau Jawa.

Di awal tahun 90an, Ferdy meneruskan pendidikan di Akabri. Hal itu menjadi momen Ferdy dan Putri bertemu kembali dan kemudian menikah. Putri yang berstatus dokter gigi tak melanjutkan praktiknya usai menikah dengan Ferdy Sambo.

Setelah menikah, Putri yang saat ini berusia 49 tahun tak melanjutkan karirnya sebagai seorang dokter gigi karena memilih menemani sang suami. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak. Masing-masing berumur 21 tahun, 17 tahun, 15 tahun dan 1,5 tahun.

Sosok Putri Candrawathi

Publik tak banyak yang tahu karakter Putri yang sebenarnya. Namun seorang pria berprofesi make up artist bernama Reval Alip, mengungkap karakter istri Ferdy Sambo tersebut di akun TikToknya.

Dia mengetahui sosok Putri tersebut karena pernah menggunakan jasa make upnya.

"Yang aku tahu ibu tuh cantik berwibawa dan sangat humble, makanya mari kita doakan yang terbaik saja untuk keluarga ibu dan keluarga alm Josua, sedih banget rasanya, karena keluarga ibu dan brigadir josua pernah sangat baik ke aku, apalagi anaknya #brigadirjosua #brigadir #josuahutabarat," tulis Reval.

Dari informasi yang dihimpun, Putri pernah mendirikan taman kanak-kanak (TK) bernama TK Kemala Bhayangkari 28 di wilayah Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu Brebes saat Ferdy Sambo menjabat Kapolres Brebes periode 2013–2015.

Tersangka Pembunuhan Berencana Brigadir JC

Awal 8 Juli 2022 menjadi titik balik kehidupan Putri. Satu ajudan suaminya yaitu Brigadir J terkapar bersimbah darah ditembak suaminya, Ferdy Sambo bersama ajudan lain di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Beberapa waktu berjalan, polisi menetapkan Putri Candrawathi (PC) sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Penyidik menganggap Putri terlibat dalam terkait tewasnya Brigadir J.

"Penyidik menetapkan PC sebagai tersangka," kata Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/8).

Dia dijerat pasal pasal 340 subsidair pasal 338 junto pasal 55-56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Pasal 340 sub 338 juncto pasal 55 pasal 56 KUHP," kata Dirtipidum Brigjen Andi Rian Djajadi.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan, penetapan tersangka terhadap Putri berdasarkan keterangan saksi serta alat bukti yang ada.

"Penyidik tentu menetapkan berdasarkan keterangan para saksi dan alat bukti yang ada (fakta penyidikan)," kata Agus saat dihubungi, Sabtu (20/8).

Ia menjelaskan, peran terhadap Putri yaitu mengajak Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer dan Kuwat Maruf menuju ke Duren Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan, atau lokasi terjadinya penembakan Brigadir J.
"(PC) Ada di Lantai 3 saat Riki dan Ricard, saat ditanya kesanggupan untuk menembak Almarhum Josua. Mengajak berangkat ke Duren Tiga bersama RE, RR, KM, Almarhum Josua. Mengikuti skenario yang dibangun oleh FS," jelasnya.

Tak hanya itu saja, Putri juga ternyata bersama dengan Irjen Ferdy Sambo menjanjikan uang kepada tiga tersangka lainnya. "Bersama FS saat menjanjikan uang kepada RE, RR dan KM," tutupnya. [ded]