Putu Wijaya: Jangan Pernah Terlena dengan Mimpi

Liputan6.com, Jakarta : Pada tahun ini anugerah Lifetime Achievement SCTV Awards dipersembahkan kepada Putu Wijaya. Penghargaan itu jelas membuat bangga sang sastrawan, seniman dan sutradara kondang Tanah Air tersebut [baca: Putu Wijaya Raih Anugerah Lifetime Achievement].

Putu Wijaya pun mempunyai pesan dan harapan. Sastrawan kelahiran Tabanan, Bali, 11 April 1944 ini berharap jangan menjadikan film, sinetron, dan FTV (film televisi) itu sekadar tontonan atau hiburan belaka.

Namun menurut Putu Wijaya yang dijumpai seusai menerima anugerah Lifetime Achievement di Jakarta, Jumat (30/11/2012) malam, tontonan atau tayangan tersebut harus bisa mengisi batin para penonton.

"Masalahnya...kalau menonton film yang sifatnya memberi mereka masukan, justru mereka tidak mau menonton. Mereka maunya hiburan saja," papar sastrawan bernama lengkap I Gusti Ngurah Putu Wijaya, prihatin.

"Saya tidak melarang orang bermimpi, tapi saya ingatkan jangan pernah terlena dengan mimpi," imbuh Putu Wijaya.

"Keenakan mimpi akhirnya ide-ide kita dicolong dengan orang luar. Dan akhirnya generasi muda kita akan bodoh. Seharusnya kita bisa menjadi seperti masyarakat India, Prancis, Hollywood," urai Putu Wijaya lebih lanjut.

Mas Putu--demikian Putu Wijaya kerap disapa, berharap film itu bisa seperti halnya buku. "Dan hal-hal lain yang bisa memberi sumber ilmu dan kearifan agar anak-anak muda, orang tua bisa menyintai negeri ini. Ini yang menjadi cita-cita saya.(ANS)