Putus Cinta, Sopir Truk Ini Sebar Video Panasnya dengan Siswi SMP

Merdeka.com - Merdeka.com - YO (20) seorang pemuda yang berprofesi sebagai sopir truk di Kabupaten Tasikmalaya ditangkap polisi, karena aksinya mengunggah video persetubuhan dengan tunangannya di media sosial. Tunangannya diketahui masih di bawah umur. Aksi itu dilakukan pelaku karena tidak terima diajak putus.

Kanit PPA Satuan Reserse Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner menyebut bahwa YO ditangkap di rumah. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari keluarga korban.

"Pelaku ini dengan korban masih satu desa menjalani hubungan beda usia. Korban masih di bawah umur sekolah kelas 3 SMP. Berdasarkan pengakuan, korban ini disetubuhi sebanyak lima kali di rumah orang tuanya dan rumah pelaku karena memang berdekatan rumahnya," kata Josner, Rabu (18/5).

Berdasarkan pengakuan, pelaku diketahui menjalin hubungan dengan korban selama satu tahun namun akhirnya putus karena kerap bertengkar. Rupanya, putusnya hubungan itu membuat sakit hati pelaku.

Aksi korban yang kerap mengunggah foto pria di status telepon genggam yang merupakan pemberiannya, menambah rasa sakit hati pelaku. "Pelaku marah hingga akhirnya nekat menyebarkan video hubungan intim dengan korban di media sosial," katanya.

Video persetubuhan antara korban dengan pelaku, diketahui dilakukan karena adanya bujuk rayu YO dengan menawarkan untuk menikahinya. Di satu kesempatan, pelaku berhasil merekam aksi keduanya tanpa sepengetahuan korban.

"Atas apa yang dilakukan pelaku, kita jerat dengan pasal persetubuhan dan perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ucapnya.

Sementara itu, pelaku YO mengaku bahwa dirinya sudah bertunangan dengan korban. "Sakit hati saya. Pas saya lagi hubungan badan di rumah saya dan di rumah tunangan saya saat menginap, saya sempat mideo, saya sebarkan," singkatnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel