Putus Penyebaran COVID-19, Kota Bandung Ancang-ancang Lockdown

Syahrul Ansyari, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA - Kota Bandung ancang-ancang memberlakukan lockdown atau karantina wilayah untuk kecamatan-kecamatan yang terus menunjukkan peningkatan kasus positif virus corona atau COVID-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, menjelaskan perencanaan tersebut akan dimatangkan dalam rapat terbatas tim satuan gugus tugas COVID-19. Menurutnya, Kota Bandung mempunyai pengalaman dalam memberlakukan karantina wilayah berkaca pada kasus lonjakan ribuan perwira Secapa AD.

"Kebijakan terdahulu kita juga sudah melaksanakan dan merespons itu. Di mana ada evidence waktu itu di Kota Bandung beberapa kecamatan yang melakukan karantina wilayah di kecamatan contoh terjadi di Cidadap dan Bandung kulon. Itu pernah," ujar Ema di Kota Bandung Jawa Barat, Jumat, 29 Januari 2021.

Baca juga: 6,911 Tenaga Kesehatan Kota Bandung Sudah Divaksin COVID-19

Menurutnya, pemberlakuan karantina wilayah dilakukan dengan pengajuan dari level kelurahan yang kategori daerah penyebaran COVID-19 yang terus meningkat.

"Jadi saya pikir kebijakan ini bukan barang baru, tentu akan perkuat pendekatannya, idealnya terhadap wilayah kecamatan yang memang dari sisi kasus cukup banyak yang akan kembali imbau camat, lurah untuk mengusulkan kebijakan tersebut karena legitimasinya harus ditetapkan oleh aturan wali kota," ujarnya.

Ema menilai, karantina kewilayahan diperlukan untuk menekan mobilitas warga di Kota Bandung untuk mempercepat upaya memutus mata rantai penularan COVID-19.

"Yang urgent bagaimana mobilitas masyarakat mampu terkontrol dan terkendali jangan sampai ada kebijakan tentang PSBK atau apapun pembatasan masyarakat berskala mikro kemudian satu sisi mobilitas tinggi," katanya.