PWI Sudah Loloskan 3.099 Wartawan Kompeten

Jakarta (ANTARA) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) telah meloloskan 3.099 wartawan kompeten, setelah menggelar 88 kali uji kompetensi wartawan (UKW) sejak pertengahan 2011, meliputi kelompok wartawan utama (redaktur pelaksana hingga pemimpin redaksi) 724 orang, madya (redaktur) 989, dan muda (wartawan) 1.386.

Ketua Tim UKW PWI Pusat Hendry Ch Bangun, Senin, di Jakarta, menjelaskan, UKW terakhir dilaksanakan PWI Banten untuk keempat kalinya, 22-23 Juli 2013, dengan hasil wartawan 33 kompeten dan empat belum kompeten.

"Saat ini 24-25 Juli kegiatan sama digelar PWI Jabar, di Subang, kemudian diikuti PWI Bengku 26-27, dan PWI DKI Jakarta, 29 Juni," kata Hendry.

Ia memperhitungkan, lulusan UKW PWI sebelum memasuki bulan suci Ramadhan mencapai 3.200 orang sedangkan target PWI untuk tahun 2013 berhasil meluluskan 3.700 wartawan kompeten.

Djunaedi Tjunti Agus, Sekretaris Tim UKW PWI Pusat yang juga Wakil Sekjen PWI Pusat menambahkan, UKW bertujuan membersihkan profesi wartawan dari tangan-tangan kotor, memisahkan wartawan sungguhan atau profesional dengan wartawan abal-abal alias jadi-jadian.

"Program ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Dewan Pers tahun 2010, setelah lahirnya kesepakatan 19 pimpinan grup media besar, di Palembang yang dikenal sebagai Piagam Palembang," kata Djunadi.

Selanjutnya Hendry mengatakan, bermunculannya orang yang mengaku-ngaku wartawan dengan tujuan memeras, menakut-nakuti, memang sangat merugikan profesi wartawan hingga kini. Itu terus berkembang karena di negeri ini masih banyak pejabat yang bermasalah, korupsi, dan lainnya, sehingga mudah ditakut-takuti orang yang mengaku wartawan.

Bahkan, katanya, telah menjadi rahasia umum, banyak wartawan bahkan redaktur, redaktur pelaksana, hingga pemimpin redaksi tidak berani mengkritik, karena telah berkolusi dengan sumber berita. Bahkan berkolusi dengan pihak atau institusi tertentu, karena itu, sesuai tujuan UKW, PWI sebagai salah satu lembaga penguji, akan terus menggelar program ini.


Tujuan UKW adalah meningkatkan kualitas dan profesional wartawan, menjadi acuan kinerja wartawan oleh perusahaan pers, menegakkan kemerdekaan pers sesuai kepentingan publik, menjaga harkat dan martabat wartawan, menghindarkan penyalahgunaan profesi wartawan, dan menempatkan wartawan pada kedudukan strategis dalam industri pers.

"Kita berharap Dewan Pers dalam waktu tidak lama menerapkan ketentuan bahwa seorang pemimpin redaksi sebuah media massa harus wartawan yang telah kompeten untuk tingkat utama," kata Hendry yang juga Sekjen PWI Pusat, "Kita juga berharap agar Dewan Pers juga segera melaksanakan uji kompetensi bagi media massa."


PWI Pusat, menurut dia, sudah mulai menerapkan aturan, setiap wartawan yang ingin maju sebagai Ketua PWI di berbagai daerah harus memiliki sertifikat dan kartu wartawan utama.

Djunaedi menimpali, pada saatnya nanti, para nara sumber berhak menanyakan apakah wartawan yang mewawancarainya sudah kompeten apa belum. Nara sumber berhak menolak, jika wartawan bersangkutan diragukan.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.