PWRI kuatkan konsolidasi organisasi dan pemberdayaan anggota

Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) terus menguatkan program konsolidasi dan pemberdayaan anggota organisasi.

"Walaupun sudah usia pensiun, kami terus berupaya melalui organisasi untuk memberikan manfaat bagi anggota," kata Ketua PWRI Sumatera Selatan Sofyan Rebuin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Meskipun negara telah mengatur usia untuk pensiun, PWRI harus berkontribusi pada negara dalam hal pemikiran dan ide untuk para generasi muda penerus perjuangan bangsa.

"Sebagai pensiunan, kami berupaya untuk bisa memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara," katanya menegaskan.

Sofyan Rebuin terpilih menakhodai PWRI Sumatera Selatan periode 2022—2027 dalam rapat pleno di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (31/5). Dia juga menakhodai organisasi itu pada periode 2017—2022.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel S.A. Supriono mengatakan bahwa kegiatan itu sebagai bentuk nyata aktivitas organisasi yang mapan dan mandiri.

Ia berharap PWRI terus melakukan koordinasi, pengarahan, pembinaan, perencanaan, monitoring, serta evaluasi atas segala program pengurus provinsi dengan kabupaten/kota.

Ketua Pelaksana H. Faruk Baris menyampaikan selain menggelar rapat pleno kegiatan itu juga merupakan wadah silaturahmi antara pengurus PWRI provinsi, kabupaten, dan kota.

Anggota PWRI ini, kata dia, merupakan para pensiunan mulai aparatur sipil negara (ASN), pejabat negara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan mantan kepala desa.

Faruk Baris menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru yang terus mendukung segala kegiatan PWRI.

Baca juga: Mantan Kabais: Perpanjangan usia pensiun TNI butuh kajian akademis

Baca juga: Serikat Pekerja PLN gugat persoalkan usia pensiun ke MK

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel