Qatar hentikan semua aktivitas komersial hingga akhir Mei

KAIRO (Reuters) - Qatar memperketat pembatasan aktivitas komersial pada Senin, memerintahkan seluruh toko tutup sampai akhir Mei sebagai bagian dari langkah pencegahan penyebaran virus corona.

Keputusan yang diambil dalam rapat kabinet tersebut mengecualikan apotek, toko sembako, dan pengiriman makanan. Mal dan restoran makan di tempat sudah ditutup tetapi sejumlah toko lain masih beroperasi.

Negara dengan sekitar 2,8 juta penduduk tersebut pada Senin melaporkan 1.364 kasus baru COVID-19, menambah total menjadi 33.969, jumlah infeksi tertinggi kedua setelah negara tetangga Arab Saudi di antara enam negara Teluk Arab. Sementara korban meninggal akibat COVID-19 mencapai 15.

Qatar, tempat para ekspatriat menjadi mayoritas penduduk, seperti negara-negara Teluk lainnya melihat virus tersebut menyebar di kalangan pekerja asing berupah rendah, yang tinggal di tempat sempit.

Sejumlah langkah lain yang disetujui oleh kabinet, termasuk mengharuskan semua warga dan penduduk menginstal aplikasi seluler yang dirancang untuk melacak kasus COVID-19 mulai 22 Mei, menurut Kantor Berita QNA.

Tidak lebih dari dua orang bisa berada di dalam sebuah mobil dan hingga tiga orang dalam kendaraan dengan sopir. Sedangkan bus harus beroperasi dengan setengah kapasitas. Masyarakat dapat berolahraga di depan umum dekat tempat tinggal jika mereka menerapkan menjaga jarak fisik dan menggunakan masker, demikian QNA.