QNET, MLM yang Go-Green

Laporan Wartawan Tribun Jakarta,
Daniel Ngantung

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bisnis berbasis multi level marketing atau biasa disingkat MLM mungkin sudah tidak asing lagi di benak Anda.

Saat ini, begitu banyak perusahaan MLM yang mengembangkan bisnis di Indonesia, dari yang berasal dari negara lain hingga "buatan" negeri sendiri.

Masing-masing hadir dengan keunikan tersendiri, entah dari segi skema keanggotaan atau produk yang dijual, demi menarik minat orang untuk bergabung.

Namun, MLM tidaklah semata-mata hanya untuk menguntungkan para anggotanya saja. Beberapa hadir dengan visi dan misi yang berkaitan dengan usahan meningkatkan kepedulian sosial dan alam.

Salah satu MLM yang menganut konsep tersebut adalah QNET, sebuah MLM berbasis di Hong Kong yang menawarkan produk-produk gaya hidup terkini.

Pertama kali berdiri di Hong Kong pada tahun 1998 dan hadir di Indonesia setahun kemudian, MLM ini mengedepankan konsep berbisnis yang "go-green" dan peduli terhadap kondisi sosial lingkungan sekitar.

"Semua produk yang kami tawarkan eco-friendly, terbuat dari tumbuh-tumbuhan bukan bahan hewani. Kami juga animal against atau tidak menggunakan binatang sebagai alat tes produk," kata Wita Dahlan, Corporate Communications Manager QNET, saat berbincang dengan Tribunnews.com, Selasa (26/2/2013).

Konsep tersebut tidak hanya sebatas pada produk saja. Wita menjelaskan, QNET juga mengajak para anggotanya untuk membiasakan hidup yang "green-living".

Di kantor QNET yang terletak di bilangan Sudirman misalnya, terdapat aturan yang melarang masuk makanan-makanan yang dibungkus dalam kemasan berbahan styrofoam. Penggunaan listrik seperlunya pun digalakan.

Tidak hanya itu saja. Konsep "green-living" juga memengaruhi soal yang berkaitan dengan isi perut."Untuk makanan saat training atau seminar semuanya makanan ala vegetarian, serba sayuran dan tumbuhan," ujar Wita.

Permasalahan sosial juga tidak luput dari perhatian QNET. Beberapa kali QNET melakukan kegiatan corporate sosical responsibility, seperti memberi pelatihan kewirausahaan, hingga membantu korban musibah. "Sabtu ini beberapa anggota kami akan membersihkan perpustakaan sebuah SD Negeri," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.