Qory Sandioriva Berjuang Lawan Autoimun, Sempat Koma 3 Hari dan Bobot Susut 10 Kg dalam Seminggu

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Apa kabar Qory Sandioriva? Mantan istri Ramon Y. Tungka itu menceritakan perjuangan melawan penyakit autoimun dalam eTalk Series bertajuk “Autoimmune Won’t Keep You Apart: Living Well with Loved Ones” bersama DBS Indonesia, Kamis (7/10/2021).

Ia menceritakan gejala awal autoimun. Dari sakit sendi yang dikira karena jarang olahraga, kepala pusing yang disangka akibat siklus menstruasi, lalu kulit terasa perih padahal hanya disentuh dengan jemari. Sensasi perih menguat di bagian kulit kepala.

“Bahkan dipegang saja sangat perih apalagi kulit kepala, mungkin karena dekat saraf. Sejak itu saya notice ada yang enggak benar (di tubuh saya),” Puteri Indonesia 2009 itu bercerita. Puncaknya, saat Qory Sandioriva koma selama beberapa hari.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Koma 3 sampai 4 Hari

Hingga kini, Qory Sandioriva masih berjuang melawan penyakit autoimun. (Foto: Instagram @qorysandioriva)
Hingga kini, Qory Sandioriva masih berjuang melawan penyakit autoimun. (Foto: Instagram @qorysandioriva)

“Pertama kali saya kena itu sempat koma 3 sampai 4 hari. Pas saya bangun pun bertanya-tanya kenapa enggak bisa makan. Kenapa berat badan saya turun drastis 10 kg dalam waktu satu minggu?” kata Qory Sandioriva yang terkena autoimun sejak usia 16 tahun.

Artis kelahiran Jakarta, 17 Agustus 1991 ini menyebut kecanggihan teknologi memungkinkan pasien masa kini mendapat kejelasan status kesehatan lebih cepat. Di era Qory Sandioriva, tahun 2000-an, untuk menegakkan diagnosis autoimun butuh waktu bertahun-tahun.

Tujuh Tahun Menanti Diagnosis

Qory Sandioriva masih berjuang melawan penyakit autoimun. (Foto: Instagram @qorysandioriva)
Qory Sandioriva masih berjuang melawan penyakit autoimun. (Foto: Instagram @qorysandioriva)

“Perjalanan saya cukup panjang, analisis dokter sekarang satu sampai dua tahun (beres). Kalau saya dulu sampai tujuh tahun. Baru di tahun ketujuh mendapat diagnosis yang tegak bahwa saya terkena autoimun,” Qory Sandioriva membeberkan.

Pada fase awal, dokter menduga bintang film Purple Love mengidap darah rendah. Anehnya, hasil laboratorium menunjukkan tekanan darahnya normal. Tak lama setelah dinobatkan sebagai Puteri Indonesia di usia 17 tahun, kondisi kesehatannya memburuk.

Qory Terpapar Covid-19

Qory Sandioriva masih berjuang melawan penyakit autoimun. (Foto: Instagram @qorysandioriva)
Qory Sandioriva masih berjuang melawan penyakit autoimun. (Foto: Instagram @qorysandioriva)

“Setelah beberapa kali salah diagnosis seperti tifus dan demam berdarah, akhirnya salah satu dokter menyatakan saya kena Systemic Lupus Erythematosus tahap awal atau Early Lupus,” urainya lalu menyebut, kini ada tiga organ tubuh yang masih dalam fase penyembuhan.

“Sekarang autoimun muncul lagi karena saya terpapar Covid-19 pertengahan 2021. Dari tiga kini jadi enam organ tubuh yang mesti disembuhkan,” ujar Qory Sandioriva. Ia mengakui, biaya pengobatan autoimun tak sedikit. Plafon asuransi dibutuhkan untuk melancarkan perawatan medis.

Penyakit Kritis

Qory Sandioriva menjadi bintang tamu gelar wicara daring bertema “Autoimmune Won’t Keep You Apart: Living Well with Loved Ones” bersama DBS Indonesia, Kamis (7/10/2021).
Qory Sandioriva menjadi bintang tamu gelar wicara daring bertema “Autoimmune Won’t Keep You Apart: Living Well with Loved Ones” bersama DBS Indonesia, Kamis (7/10/2021).

Setelah Qory berbagi cerita, Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Rudy Tandjung, memperkenalkan asuransi MiEarly Critical Protection (MiECP) yang menyediakan perlindungan tanggungan terhadap 65 penyakit kritis (didiagnosis) di tahap awal dan 85 penyakit kritis di tahap akhir.

“MiECP punya fitur unik Power Reset, yang memungkinkan nasabah memperbarui uang pertanggungan jadi 100 persen setelah klaim pertama di tahap awal penyakit kritis atau setelah klaim perawatan di ICU. Sehingga, mereka beroleh perlindungan yang lebih optimal,” terangnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel