Quartararo: "Aku tidak akan menyerah"

Gilang Galiartha
·Bacaan 2 menit

Fabio Quartararo mengatakan tidak akan menyerah setelah pertarungannya untuk gelar juara dunia MotoGP musim ini mendapat pukulan berat berkat hasil mengecewakan di Grand Prix Eropa di Valencia, Spanyol, Minggu.

Pebalap Prancis itu naik dua posisi di lap pembuka setelah start dari P11 dan terlihat akan menyalip Aleix Espargaro dari tim Aprilia di Tikungan 8 sebelum kedua pebalap terjatuh bersamaan.

Quartararo mampu menaiki kembali motornya dan mengais dua poin setelah finis P14, sedangkan rival utamanya, Joan Mir, merebut kemenangan perdananya di MotoGP dan memperlebar jaraknya di klasemen sebanyak 37 poin.

Sementara Alex Rins membawa Suzuki finis 1-2 hari itu, dan mendapati posisinya naik ke peringkat tiga dengan raihan poin sama dengan Quartararo.

Baca juga: Mir raih kemenangan MotoGP perdananya, Suzuki finis 1-2 di GP Eropa

Quartarao menderita sepanjang akhir pekan di balapan pertama di Sirkuit Ricardo Tormo itu ketika empat sesi latihan bebas dan babak kualifikasi berjalan di trek yang basah.

Pebalap tim Petronas Yamaha itu kesulitan menemukan kecepatan motor M1-nya, dan ketika cuaca Valencia cerah pada Minggu seperti yang ia harapkan, nasib berkata lain.

"Aleix terjatuh di depanku dan aku bereaksi. Kalian tahu di awal balapan semua berada di batasnya dan ketika kalian melihat seseorang terjatuh, kalian tak perlu melakukan banyak hal untuk terjatuh, sedikit sentuhan di rem dengan sudut kemiringan di mana kalian biasanya membuka gas, itu berarti kalian terjatuh," kata Quartararo seperti dilansir laman resmi MotoGP.

"Kami kehilangan banyak poin di balapan ini yang sebenarnya bukan yang terbaik secara realistis, tapi cukup baik.

Sirkuit Ricardo Tormo akan kembali menggelar balapan pekan depan sebelum seri pemungkas di Portimao, Portugal.

Baca juga: Quartararo gagal paham kenapa Yamaha melempem di Valencia

Quartararo, yang tahun lalu finis runner-up di GP Valencia, memiliki kesempatan kedua untuk membalas kekecewaannya dan menantang duet Suzuki yang menjadi pebalap paling konsisten finis podium musim ini.

"Aku rasa kami perlu bekerja dengan cara lain, bukan dari tim, tapi Yamaha agar lebih mengambil resiko untuk mencoba bertarung dengan para pebalap teratas karena kelihatannya setiap pebalap kesulitan di balapan ini.

"Menghadapi dua balapan ini, secara matematis kami masih bisa memenangi kejuaraan tapi aku sedikit berada di sisi lain, aku hanya perlu menikmatinya karena cukup banyak balapan selain di Le Mans di mana aku tidak benar-benar menikmati akhir pekan balapan.

"Bukan karena tekanan atau apa, tapi karena tidak menemukan seting yang tepat dan sangat sulit memahami kenapa.

"Berada di peringkat kedua kejuaraan, aku kira kami masih memiliki kesempatan yang besar untuk finis di tempat ini dan aku tidak akan pernah menyerah hingga lap terakhir dan bendera dikibarkan di Portimao," pungkas Quartararo.

Mir, sementara itu, hanya perlu menjaga jaraknya minimal 26 poin dari rival-rivalnya setelah GP Valencia usai untuk mengunci gelar juara dunia.

Baca juga: Mir: "Kemenangan ini datang di saat yang sempurna"