Quartararo Berniat Pakai Yamaha M1 Versi 2019 untuk 2021

Lewis Duncan
·Bacaan 2 menit

Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) sempat menjadi kandidat juara dunia MotoGP 2020 menyusul performa impresif di awal musim.

Di dua lomba awal yang sama-sama digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol – GP Spanyol dan GP Andalusia – Quartararo tidak hanya mencetak pole position tetapi juga berhasil naik podium utama.

Total, dari 12 lomba yang sudah digelar, pembalap asal Prancis itu mampu tiga kali menang, empat kali pole position, dan dua kali lap tercepat lomba. Namun, performa Quartararo sangat tidak konsisten.

Selain tiga kemenangan itu, Quartararo hanya sekali finis di posisi lima besar. Itulah mengapa ia kehilangan posisi pemuncak klasemen yang sempat digenggamnya cukup lama dari Joan Mir (Suzuki Ecstar) di GP Aragon dan sebelumnya juga digeser Andrea Dovizioso (Ducati) usai GP San Marino.

Hasil tersebut kontras dengan performa Quartararo saat menjalani musim pertamanya di MotoGP pada 2019, merebut tujuh finis podium.

Setelah kans juara dunia semakin kecil usai terjatuh di GP Eropa hingga finis hanya di posisi ke-14 (2 poin), akhir pekan lalu, Quartararo mengakui banyak yang harus diubah oleh Yamaha untuk MotoGP 2021.

Baca Juga:

Peluang Terbuka, Quartararo akan Berjuang Keras di Valencia II Tak Mau Berfantasi, Quartararo Fokus Amankan Runner-up

Karena pandemi Covid-19 yang memaksa penghematan anggaran, Yamaha diyakini akan kesulitan dalam melakukan pengembangan mesin. Quartararo yang akan pindah dari Petronas SRT ke tim pabrikan Yamaha, musim depan, jelas khawatir.

Ia berharap bisa menggunakan Yamaha YZR-M1 versi 2019 bila spesifikasi motor tersebut masih masuk regulasi teknik untuk 2021.

“Saya khawatir. Karena itu saya berharap bisa memakai motor tahun lalu jika memungkinkan, atau kami harus tetap memakai mesin yang sama dengan tahun ini,” tutur Quartararo saat disinggung soal engine freeze.

“Namun, (jika memakai M1 2019) kami harus melakukan banyak ubahan. Bukan hanya untuk tim tetapi Yamaha secara umum.”

Belum lama ini, pembalap tim pabrikan Yamaha (Monster Energy Yamaha MotoGP), Valentino Rossi, menegaskan engine freeze bukan alasan Yamaha untuk tidak mampu melakukan pengembangan.

Sebagai catatan, rekan setim Quartararo di tim Petronas SRT, Franco Morbidelli, menjadi pembalap Yamaha dengan perolehan poin terbanyak setelah GP San Marino.

Quartararo mengakui, M1 versi 2020 yang dipakainya di GP Eropa lalu bukan seperti motor yang dipakainya saat latihan bebas (Free Practice/FP).

“Di lap-lap awal, dalam kondisi lintasan yang benar-benar kering, saya merasa M1 2020 ini berubah banyak dibanding motor tahun lalu. Saya bahkan merasa M1 ini bukanlah motor milik saya,” ucapnya.

“Ketika motor sudah terasa bagus di FP1, kami membuat beberapa ubahan kecil dan semua berlangsung mulus. Namun, saat start, saya mengalami kesulitan dan akhirnya kalah.”