Quarter Life Crisis, Rachel Amanda Mengalami Sebelum Waktunya

Berdasarkan lifehack.org, Quarter life crisis atau krisis perempat baya, adalah masa transisi dari awal 20an hingga akhir 20an, dari masa kanak-kanak menuju dewasa, dan proses adaptasi dengan perubahan-perubahan yang menyertainya. (Instagram/auroramanda95)

Berdasarkan lifehack.org, Quarter life crisis atau krisis perempat baya, adalah masa transisi dari awal 20an hingga akhir 20an, dari masa kanak-kanak menuju dewasa, dan proses adaptasi dengan perubahan-perubahan yang menyertainya. (Instagram/auroramanda95)

Mengingat Amanda sudah bekerja sejak kecil, ia merasa telah mengalami quarter life crisis sejak kecil juga. Namun kala itu ia tidak menyadarinya, lebih tepatnya ia tidak tahu ketika banyak merasa cemas. (Instagram/auroramanda95)

Mengingat Amanda sudah bekerja sejak kecil, ia merasa telah mengalami quarter life crisis sejak kecil juga. Namun kala itu ia tidak menyadarinya, lebih tepatnya ia tidak tahu ketika banyak merasa cemas. (Instagram/auroramanda95)

Rachel Amanda bercerita bahwa kala itu ia kerap merasa bosan dengan pekerjaannya. Mengingat ia sudah berkecimpung di dunia sinetron sejak kecil, Amanda bingung apakah tetap di situ atau menjelajah yang lainnya. (Instagram/auroramanda95)

Rachel Amanda bercerita bahwa kala itu ia kerap merasa bosan dengan pekerjaannya. Mengingat ia sudah berkecimpung di dunia sinetron sejak kecil, Amanda bingung apakah tetap di situ atau menjelajah yang lainnya. (Instagram/auroramanda95)

Seperti kebanyakan orang, Rachel Amanda pun juga mengalami quarter life crisis. Namun kini di usia 25 tahunnya, Amanda kerap masih merasakan galau, terutama soal pekerjaan dan rencananya di masa depan. (Instagram/auroramanda95)

Seperti kebanyakan orang, Rachel Amanda pun juga mengalami quarter life crisis. Namun kini di usia 25 tahunnya, Amanda kerap masih merasakan galau, terutama soal pekerjaan dan rencananya di masa depan. (Instagram/auroramanda95)