Qunut Trending Gegara Masuk Soal Tes ASN Pegawai KPK

Siti Ruqoyah, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pegiat media sosial menggaungkan doa qunut sebagai trending topik di Twitter pada Rabu, 5 Mei 2021. Karena, qunut ini menyangkut tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk pegawai KPK yang akan beralih status menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Pasalnya, pertanyaan yang muncul dalam tes wawasan kebangsaan yaitu doa qunut atau sikap terkait LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender), FPI, hingga Habib Rizieq. Akhirnya, warganet ramai-ramai mempertanyakan tes wawasan kebangsaan terkait doa qunut.

Ikut senang, perdebatan soal Qunut muncul lagi ke permukaan. Setelah sekian lama gak ada yang ngeributin ini. Sampai-sampai kepikiran, apakah mereka sudah enggak pada salat Subuh lagi,” tulis akun NU Garis Lucu @NUgarislucu dikutip pada Rabu, 5 Mei 2021.

Selain itu, Gus Umar AlChelsea @UmarAlChelsea_ juga menanggapi kabar doa Qunut yang menjadi salah satu tes wawasan kebangsaan pegawai KPK. Menurut dia, sangat aneh jika KPK doa qunut dijadikan sebagai ukuran wawasan kebangsaan.

“Toleransi itu seperti kisah KH. Idham Chalid dan Buya Hamka. Buya Hamka Muhammadiyah akhirnya baca Qunut ketika jadi Imam saat Ma’mumnya KH. Idham Chalid. Lucunya, di @KPK_RI ukuran wawasan kebangsaan malah Qunut. Ajaib bukan?,” tulis Umar.

Bahkan, akun Raja Purwa @BossTemlen menyinggung beruntung doa qunut tidak dijadikan salah satu persyaratan untuk maju sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. “Untung aja Qunut bukan salah satu syarat buat nyapres,” tulis akun Raja Purwa.

Beredar kabar beberapa pertanyaan yang muncul dalam test jadi ASN, di antaranya:

1. Saya memiliki masa depan yang suram.
2. Saya hidup untuk menebus dosa-dosa masa lalu.
3. Semua orang Cina sama saja.
4. Semua orang Jepang kejam.
5. UU ITE mengancam kebebasan berpendapat.
6. Agama adalah hasil pemikiran manusia.
7. Alam semesta adalah ciptaan Tuhan.
8. Nurdin M. Top, Imam Samudra, Amrozi melakukan jihad.
9. Budaya barat merusak moral orang Indonesia.
10. Kulit berwarna tidak pantas menjadi atasan kulit putih.
11. Saya mempercayai hal ghaib dan mengamalkan ajarannya tanpa bertanya-tanya lagi.
12. Saya akan pindah negara jika kondisi negara kritis.
13. Penista agama harus dihukum mati.
14. Saya ingin pindah negara untuk kesejahteraan.
15. Jika boleh memilih, saya ingin lahir di negara lain.
16. Saya bangga menjadi warga negara Indonesia.
17. Demokrasi dan agama harus dipisahkan.
18. Hak kaum homosex harus tetap dipenuhi.
19. Kaum homosex harus diberikan hukuman badan.
20. Perlakuan kepada narapidana kurang keras. Harus ditambahkan hukuman badan.

Essai
1. OPM
2. DI/TII
3. PKI
4. HTI
5. FPI
6. Sdr. Rizieq Shihab
7. Narkoba
8. Kebijakan pemerintah
9. LGBT
10. Qunut