Update Rabu 1 September 2021: 4.100.138 Positif Covid-19, Sembuh 3.776.891, Meninggal 133.676

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kembali dilaporkan masih adanya penambahan kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19 di Indonesia hingga kini di Indonesia.

Laporan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, ada penambahan 10.337 orang positif Corona pada hari ini, Rabu (1/9/2021).

Sehingga sampai saat ini, total akumulatifnya menjadi 4.100.138 orang di Indonesia terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Sedangkan kasus sembuh bertambah 16.394 orang pada hari ini. Dengan begitu, total akumulatif di Indonesia hingga saat ini terdapat 3.776.891 pasien sudah berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19.

Sementara itu, penambahan kasus meninggal dulnia pada hari ini ada 653 orang. Total akumulatifnya di Indonesia sebanyak 133.676 orang meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19 hingga kini.

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak pukul 12.00 WIB Rabu 31 Agustus 2021, hingga hari ini pada jam yang sama.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Antisipasi Satgas Covid-19

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan mengenai penyakit endemi pada Kamis (19/08) di Graha BNPB, Jakarta (Tim Komunikasi Satgas COVID-19)
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan mengenai penyakit endemi pada Kamis (19/08) di Graha BNPB, Jakarta (Tim Komunikasi Satgas COVID-19)

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, bahwa pihaknya sudah mulai mengantisipasi lonjakan kasus virus Corona menjelang akhir tahun.

Hal ini karena ada event Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua pada Oktober mendatang dan libur akhir tahun 2021.

"Kita juga harus mulai mengantisipasi lonjakan kasus yang berpotensi terjadi akibat dari beberapa kegiatan spesifik seperti perhelatan PON dan libur panjang di bulan Desember," jelas Wiku dalam konferensi pers, Selasa 31 Agustus 2021.

Dia menekankan pentingnya kecakapan dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. Wiku menyebut, hal itu berperan penting untuk memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara produktif dan aman Covid-19.

"Upaya penanganan ini juga akan menjadi kontribusi kita dalam usaha menurunkan status penularan Covid-19 di dunia," ucapnya.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk ke-4 terbesar di dunia, kata Wiku, Indonesia berperan penting dalam usaha mengubah pandemi Covid-19 menjadi endemi. Pemerintah tengah melakukan penguatan strategi di hulu yang berfokus pada strategi defensif dan ofensif.

Strategi terdiri dari pertama, peningkatan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan 3M. Kedua, akselerasi vaksinasi dalam skala besar. Dan ketiga, peningkatan upaya 3T (testing, tracing, treatment).

"Yang harus digarisbawahi adalah, ketiga strategi tersebut harus dijalankan secara bersamaan karena sama pentingnya dan membutuhkan partisipasi aktif seluruh kelompok masyarakat," kata Wiku.

Menurut dia, kasus Covid-19 di Indonesia saat ini sudah mulai melandai. Kasus aktif Covid-19 di tanah air berada di angka 5,34 persen per 29 Agustus 2021. Angka ini berada dibawah rata-rata dunia yakni, 8,56 persen.

"Yang perlu dipastikan kapasitas testing Covid-19 di Indonesia terus ditingkatkan secara merata di seluruh wilayah," ujarnya.

Adapun testing Covid-19 pada minggu ini kembali meningkat menjadi lebih dari 700 ribu orang diperiksa. Disisi lain, positivity rate juga turun menjadi 11,94 persen dari minggu sebelumnya yang sebesar 18,34 persen.

"Penurunan persentase kasus aktif nasional ini merupakan perkembangan yang baik, yang dicapai berkat peran aktif seluruh lapisan masyarakat," jelas Wiku.

Perjalanan Kasus Corona di Indonesia

Ilustrasi COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi COVID-19 (pixabay)

Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tapi juga di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat dan ada faktor penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menyatakan pasien nomor 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan ruang isolasi.

Pemerintah kemudian melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang penyebarannya kian meluas. Di antaranya dengan mengeluarkan sejumlah aturan guna menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan-aturan itu dikeluarkan baik dalam bentuk peraturan presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP) hingga keputusan presiden (keppres)

Salah satunya Keppres Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Keppres ini diteken Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020. Gugus Tugas yang saat ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ini dibentuk dalam rangka menangani penyebaran virus Corona.

Gugus Tugas memiliki sejumlah tugas antara lain, melaksanakan rencana operasional percepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan virus Corona.

Sementara itu, status keadaan tertentu darurat penanganan virus Corona di Tanah Air ternyata telah diberlakukan sejak 28 Januari sampai 28 Februari 2020. Status ditetapkan pada saat rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat membahas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, karena skala makin besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Sebab, daerah-daerah di tanah air belum ada yang menetapkan status darurat Covid-9 di wilayah masing-masing.

Agus Wibowo menjelaskan jika daerah sudah menetapkan status keadaan darurat, maka status keadaan tertentu darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

Penanganan kasus virus corona (Covid 19) pun semakin intens dilakukan. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi sekaligus memberikan pengobatan terhadap mereka yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan situs covid19.go.id, sebanyak 140 rumah sakit di Tanah Air dijadikan rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Ada pula sejumlah tempat yang dijadikan rumah sakit darurat.

Salah satunya, pemerintah resmi menjadikan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai rumah sakit darurat untuk pasien Covid 19. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi, Senin 23 Maret 2020. Begitu dibuka, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran langsung menerima pasien.

Ada pula Rumah Sakit Darurat di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Pulau tersebut dulunya merupakan tempat penampungan warga Vietnam. Tempat tersebut telah dirapikan dan bisa menampung 460 pasien. Sejumlah tempat milik pemerintah lainnya juga dijadikan tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19.

Jangan Lengah Protokol Kesehatan Covid-19

Infografis Jangan Lengah Protokol Kesehatan Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Jangan Lengah Protokol Kesehatan Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel