Rabu 20 Mei, India dan Bangladesh Waspada Hantaman Topan Amphan

Lutfi Dwi Puji Astuti

VIVA – India dan Bangladesh memulai evakuasi lebih dari dua juta penduduk akibat Topan Amphan yang makin mendekat ke daratan. Badan prakiraan cuaca India mengatakan, Topan Amphan telah mencapai kecepatan angin hingga 240 kilometer per jam dengan hembusan 265 kilometer per jam di Teluk Bengal pada Senin malam, 18 Mei 2020.

Topan Amphan diperkirakan akan mencapai daratan pada hari Rabu dan menghantam negara bagian di wilayah timur India dan barat daya Bangladesh. Kepala Pasukan Penanggulangan Bencana Nasional India (NDRF), SN Pradhan mengatakan kecepatan topan akan sedikit berkurang ketika menghantam daratan, yaitu hingga 200 kilometer per jam, namun tetap menyebabkan kerusakan parah pada rumah-rumah warga. Selain itu, ia juga mengatakan wilayah dataran rendah harus bersiap menghadapi pasang surut ombak.

"Kecepatan angin saat mencapai daratan akan menjadi 195 hingga 200 kpj dan dapat merusak kehidupan dan rumah-rumah penduduk," ujar Pradhan seperti dilansir Aljazeera.

Departemen Meteorologi India mengatakan bahwa Topan Amphan akan melintasi pantai pada Rabu malam, 20 Mei 2020 dengan kecepatan angin 175 kpj dan hembusan 195 kpj. Kecepatan tersebut setara dengan kekuatan badai kategori 2 atau 3, dan membuat Topan Amphan menjadi salah satu badai terbesar yang datang dari Samudra Hindia dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, pejabat Bangladesh mengatakan badai tersebut bisa menjadi badai terburuk sejak Topan Sidr yang melanda wilayah itu pada 2007 silam dan menewaskan lebih dari tiga ribu orang. Shah Kamal, seorang sekretaris manajemen bencana Bangladesh mengatakan sebanyak dua juta penduduk dari daerah dataran rendah akan dievakuasi pada hari Selasa. Ia menambahkan pihaknya memiliki fasilitas pengungsian yang dapat menampung hingga lima juta pengungsi.

Pemerintah Bangladesh telah menyiapkan 12.078 tempat penampungan, termasuk 7 ribu ruang sekolah dan perguruan tinggi. Kamal mengatakan para pengungsi akan diminta untuk mengenakan masker dan sarung tangan ketika berada di pengungsian, mengingat masih berlangsungnya pandemi virus corona.

India juga akan melakukan evakuasi terhadap lebih dari 200 ribu penduduk yang tinggal di wilayah dataran rendah di Benggala Barat pada hari Selasa. Badan meteorologi setempat menerangkan, Topan Amphan akan mengakibatkan hujan lebat dan angin berkecepatan tinggi di wilayah pantai negara bagian Benggala Barat dan juga Odisha.

Wilayah pantai dataran rendah Bangladesh dan pantai timur India telah beberapa kali dihantam oleh topan dalam beberapa dekade terakhir dan menewaskan ratusan ribu jiwa. Musim badai biasanya berlangsung dari April hingga Desember, dan menewaskan banyak penduduk serta membuat kerusakan pada rumah warga.

Menurut catatan sejarah, wilayah Odisha pada tahun 1999 dihantam oleh badai hebat yang menewaskan hampir 10 ribu orang. Sedangkan di Bangladesh, tercatat badai yang menghantam dan banjir yang menerjang pada tahun 1991 membunuh sekitar 139 ribu orang.

Laporan: Dion Yudhantama