Rachmat Gobel: Saatnya UMKM bangkit setelah didera pandemi

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel mengatakan setelah Indonesia didera pandemi COVID-19 selama dua tahun maka kini saatnya UMKM bangkit.

"Ini momentum yang sangat baik bagi UMKM, mari kita kerja keras untuk bangkit. Momentum ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," kata Rachmat Gobel pada pidatonya Hulonthalo Art and Craft Festival (HACF) 2022 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) di Gorontalo, Rabu.

Pada acara yang dihadiri Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, Rachmat Gobel mengatakan Gorontalo memiliki produk-produk unggulan seperti kain karawo, produk-produk olahan hasil pertanian, dan serta produk-produk hasil kelautan.

Kontribusi pertanian terhadap ekonomi Gorontalo mencapai 40 persen. Adapun kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional, katanya, mencapai lebih dari 60 persen. "Sebagai tulang punggung ekonomi nasional, UMKM merupakan kekuatan Indonesia," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Apalagi pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, kata dia, juga memiliki keberpihakan pada UMKM, diantaranya ada pemberian dana desa yang cukup besar yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan UMKM.

"Jadi mari kita jadikan produk desa menjadi produk lokal, lalu produk lokal menjadi produk nasional, dan akhirnya produk nasional menjadi produk global," kata Rachmat Gobel.

Hal itu penting, lanjutnya, mengingatkan kontribusi UMKM terhadap total ekspor nasional relatif masih kecil dibanding usaha besar, meskipun kontribusinya terhadap PDB sangat besar.

"Ini menunjukkan UMKM Indonesia masih perlu dukungan semua pihak agar bisa berkompetisi di level internasional," kata mantan Menteri Perdagangan itu.

Salah satu pintu untuk bisa menaikkan kontribusi ekspor UMKM, menurut Gobel, adalah melalui digitalisasi. "Digitaliasi merupakan suatu keharusan. Semua pihak harus bisa membangun ekosistem agar UMKM memiliki daya dukung yang berkelanjutan dan inklusif," katanya.

Ia mengingatka dari segi jumlah unit UMKM dan juga dari segi serapan tenaga kerja, angkanya lebih dari 90 persen. "Jadi penguatan dan pemajuan UMKM merupakan jalan untuk membangun daerah dan mengentaskan kemiskinan," katanya.

Apalagi sektor UMKM banyak berkecimpung di sektor pangan. "Saat ini pangan merupakan sektor yang makin strategis dan menyangkut ketahanan nasional," ujar Rachmat Gobel.

Baca juga: Wapres apresiasi tingginya semangat pelaku UMKM Bali untuk bangkit

Baca juga: Airlangga: UMKM jadi penyangga ekonomi, harus didukung agar bangkit

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel