Racing Point: Pole yang Didapatkan Stroll Bukan karena Keberuntungan

Adam Cooper
·Bacaan 2 menit

Pria asal Kanada itu berhasil bangkit dari kesialan yang dialaminya dengan mengubahnya menjadi tercepat dalam sesi kualfikasi basah penuh drama. Ia berhasil mengalahkan Max Verstappen yang tampil kuat di sepanjang akhir pekan ini.

Szafnauer mengatakan dirinya sempat khawatir dengan pemilihan ban intermediate pada menit-menit terakhir Q3. Namun, itu terbayar lunas dengan meraih pole position.

Rekan setim Stroll, Sergio Perez, sempat membuka asa untuk mendapatkan pole position sebelum tergelincir saat melaju di depan tandemnya.

Insiden itu sempat mengeluarkan bendera kuning dan Stroll yang berada tepat di belakang Perez, tetap melaju kencang. Tetapi berdasarkan investigasi, tak ada hukuman yang diberikan kepadanya.

"Ini luar biasa, dia pantas mendapatkannya," kata Szafnauer tentang apa yang diraih Stroll. "Anda bisa mengatakan bahwa dia tidak beruntung pada pertengahan musim ini.

"Tapi saya tidak merasa bahwa kali ini dia beruntung. Saya rasa dia memiliki penilaian yang bagus. Dia datang dan berkata akan menggunakan ban intermediate di akhir Q3.

"Saya pikir apa yang dia katakan di awal Q3 tepat, dia mengatakan, 'Tidak akan digunakan pada awal sesi, tapi di penghujung sesi.' Dia masuk ke pit dan menggunakan ban intermediate. Keputusannya tepat. Dia berhasil membuat ban bekerja dan dia pantas mendapatkan pole position.

"Pembalap kami melakukan pekerjaan yang fantastis. Ini merupakan kondisi yang paling mengerikan. Permukaan trek baru benar-benar licin bahkan tanpa ada genangan air. Hujan yang menyebabkan genangan air ditambah suhu yang rendah, membuat kami seperti berkendara di lapisan es. Tapi mereka melakukan pekerjaan yang bagus.

"Saya pikir mereka kombinasi yang bagus, Lance sangat tenang, dia berkomunikasi dengan baik dengan orang-orang di pit. Mengatakan kepada kami bagaimana kondisi trek. Benar-benar bagus."

Baca Juga:

Stroll Tetap Pole Position GP Turki Sanksi Norris dan Sainz Jr di GP Turki Pukulan Berat bagi McLaren

Szafnauer juga menekankan bahwa timnya telah membuat keputusan yang tepat di kondisi yang rumit.

"Apa yang harus kami lakukan adalah memperkirakan dan menebak kapan trek bisa digunakan untuk mencatatkwan waktu terbaik," kata Szafnauer.

"Memastikan Anda masuk ke trek di waktu dan dengan ban yang tepat. Saya pikir kami bekerja dengan baik kali ini. Kami memiliki hipotesis kapan pembalap keluar, kapan mereka tak bisa keluar, dan kami melakukannya dengan benar.

"Selalu menegangkan berada di luar sana saat trek licin. Anda tidak tahu kapan pembalap akan keluar trek, merusak sayap, terjebak di gravel, segala macam bisa terjadi.

"dari prespektif itu, Anda sangat gugup dan Anda tahu itu membuat Anda stres ketika tak memiliki kendali. Di situasi seperti ini, pembalap sepenuhnya memiliki kendali. Mereka mengendarai mobil dan mereka memberikan data serta visual kepada orang-orang di pit.

"Itu membuat Anda stres ketika tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat kualifikasi sebaik mungkin. Pembalaplah yang melakukannya."