Radikalisme Harus Diwaspadai Jadi Ancaman Nyata Integrasi Negara

Hardani Triyoga
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyoroti sejumlah isu radikalisme dan intoleransi yang masih jadi persoalan di Tanah Air. Moeldoko menyampaikan agar semua elemen anak masyarakat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian eks Panglima TNI itu saat acara Ikatan Keluarga Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) ke-31 di Tangerang Selatan. Koordinator Nasional Jaringan dai dan mubalig muda, Jaringan Islam Kebangsaan (JIK), Irfaan Sanoesi yang turut serta dalam acara itu mengatakan imbauan Moeldoko harus didukung dan direnungkan.

“Radikalisme dan intoleransi menjadi ancaman nyata yang akan merusak integrasi bangsa. Dalam konteks ini JIK sangat mendukung Pak Moeldoko sebagai upaya wake up call kepada semua elemen anak bangsa. Senantiasa menjaga bangsa Indonesia," ujar Irfaan Sanoesi, dalam keterangannya dikutip pada Minggu, 28 Maret 2021.

Dia mengatakan, pandangan Moeldoko menekankan pentingnya persatuan dan kerukunan. Hal ini penting karena Indonesia adalah negara dengan status sebagai bangsa yang beragam.

Menurutnya, masyarakat ini mesti waspada terhadap adanya dugaan pihak ormas radikal dan intoleransi sedang mencari inang baru untuk eksistensinya. Ia menyoroti adanya politisi yang bermanuver dengan sengaja memainkan politisisasi agama untuk kepentingannya.

“Inang baru itu media mereka berkamuflase menyebarkan paham radikalisme dan intoleransi. Bahkan paling berbahaya, ketika para politisasi agama menggunakan kekuatan radikal," jelasnya.

Irfaan yang mewakili JIK menilai, paham radikalisme jelas jadi musuh agama dan negara. Sebab, di satu sisi, radikalisme merusak agama karena bertindak tidak sesuai dengan nilai-nilai beragama.

Pun, di sisi lain, jadi ancaman negara karena menginginkan perubahan secara inkonstitusional.

“Yang merupakan suatu paham yang inginkan perubahan tatanan politik sosial yang sudah mapan dengan cara ekstrem atau kekerasan," tutur Irfaan.