Raditya Dika Belajar dari Kompetisi Film Pendek Berdurasi 10 Detik

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Raditya Dika sangat antusias menyambut ajang lomba film pendek berdurasi 10 detik yang diselenggarakan Useetv dan Uzone dari Telkom bertajuk "Kompetisi Film (Super) Pendek #WOW10Detik. Diharapkan ajang tersebut memicu kreativitas anak-anak muda.

"Di dunia saya, creator dekat dengan anak muda. Ajang ini menyinggung anak muda yang ingin dikenal, ingin lebih dari yang lain, tepat banget buat anak muda," ucap Raditya, di gedung Telkom Jln Merdeka Barat, Jakarta.

Dengan 10 detik, lanjut dia, dibutuhkan kreativitas yang cukup cerdas. Penulis sekaligus sutradara yang beken lewat novelnya berjudul "Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh" rilisan 2005 itu, turut ambil bagian dalam ajang itu, sebagai juri.

Pria kelahiran Jakarta, 28 Desember 1984 itu, mengatakan tidak ada kategori spesifik. Yang kemudian jadi penilaian utama adalah orisinalitas dan seberapa beda karya peserta dengan karya yang lain dan sudah ada.

Meski menjadi juri, Dika tak jumawa. Malah ia melihat ajang tersebut juga sebagai wadah baginya untuk belajar. Diakuinya belum pernah membuat film pendek berdurasi 10 detik.

"Ini bisa pembelajaran buat gua juga sih. Memang kalau kita lihat ini enggak kaya film pendek, hanya upload video moment. Tapi, beberapa teman menerjemahkan sebagai film pendek. Gua lihatnya sebagai video," ucapnya.

Pendaftaran "Kompetisi Film Pendek WOW10 Detik" yang mengangkat tema "Love dan Life tersebut, dibuka pada 25 September 2013 hingga 15 Desember 2013. Yang yang berminat, pendaftaran bisa dilakukan dengan melihat "www.uzone.co.id/wow.

Baca Juga:

Raditya Dika Belajar dari Kompetisi Film Pendek Berdurasi 10 Detik

Fakta dan Ramalan Inter Milan Versus Fiorentina

Pengamat Bilang Foto CT Tunjuk SBY Palsu, Tapi Istana Malah Bilang Asli

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.