Ragam Hoaks Seputar Bantuan BPJS, Simak Faktanya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks terkait penipuan bisa mencatut nama siapa tak terkecuali BPJS. Hoaks ini menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

Lalu apa saja hoaks terkait BPJS yang beredar di masyarakat? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Hoaks BPJS Berikan Bantuan Cek Rp 100 Juta

Beredar kembali di aplikasi percakapan dan media sosial pesan singkat berisi bantuan dana dari BPJS. Pesan singkat itu ramai lagi sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu yang membagikannya berada di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 20 November 2021.

Dalam unggahannya terdapat narasi sebagai berikut:

"NASABAH Ythbpk/ibuKami dri BPJS Menyampaikan bahwa Anda terpilih mndptkan BANTUAN cek Rp 100jt untuk info WhatsApp 082397118699bit.ly/PENERIMA-BANTUAN2021"

Selain itu terdapat juga unggahan lain di Facebook berisi narasi yang menjanjikan bantuan dengan nominal berbeda.

Lalu benarkah pesan singkat yang mengklaim BPJS memberikan cek bantuan Rp 100 juta? Simak dalam artikel berikut ini...

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Hoaks Lainnya

ilustrasi Hoax {Liputan6.com/Abdillah)
ilustrasi Hoax {Liputan6.com/Abdillah)

2. Cek Fakta: Hoaks Akun Facebook BPJS Kesehatan Beri Bantuan TKW Rp 50 Juta

Cek Fakta Liputan6.com menemukan sebuah akun Facebook yang mencatut nama BPJS. Akun ini mencatut nama BPJS Kesehatan dan menyebut telah memberikan bantuan dana sebesar Rp 50 juta.

Dalam klaimnya, akun Facebook BPJS ini memberikan bantuan dana kepada Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di luar negeri. Begini klaimnya:

"Sekedar info dri BPJS Kesehatan Indonesia ditujukan kpd semua Peserta TKW Yng berada di luar Neggeri. Selamat anda telah menerima dana bantuan Rp.50 juta dri kantor BPJS kesehatan Indonesia. Untuk INFO pengambilan Dana tersebut. Hb dinas kesehatan BPJS.Ats Nama Drs. Budiman Wijaya Di No: WhatsApp.+6285241393985.

Salam sejahtera dri kami kantor BPJS kesehatan Indonesia.mengingat kan Kpd smua maserakat di mana pun Anda berada baik di indonesia maupun di luar negeri Waspada dri penyakit VIRUS COVID 19 yng menyebar di seluruh dunia.terimakasih."

Lalu, benarkah BPJS Kesehatan memberikan bantuan dana sebesar Rp 50 juta kepada TKW yang bekerja di luar negeri? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Hoaks Pekerja dari Tahun 2000 hingga 2021 Dapat Rp 3,5 Juta dari BPJS Kesehatan

Pada Selasa (26/1/2021), pemilik akun Facebook atas nama Ntye Hanstemm Boulers mengunggah klaim yang menyebut BPJS Kesehatan memberi bantuan dana kepada pekerja dari tahun 2000 hingga 2021.

Dalam klaim, ini merupakan bantuan BPJS Kesehatan untuk pekerja yang terdampak pandemi covid-19. Begini narasinya:

"Mereka yang bekerja antara tahun 2000 dan 2021 berhak menerima bantuan sosial finansial sebesar *Rp 3.550.000*.

Periksa apakah nama Anda ada di daftar untuk menarik manfaat

*Daftar lengkap*

https://whatsprem.club/bank-id"

Lalu, benarkah itu bantuan dari BPJS Kesehatan sebesar Rp 3,5 juta untuk pekerja dari 2000 hingga 2021? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel