Ragam Hoaks Seputar Presiden Jokowi Terbaru, Simak Faktanya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks bisa menyerang siapa saja termasuk Presiden RI, Joko Widodo yang kerap dipanggil Jokowi. Hoaks terkait Jokowi menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

Terbaru, Jokowi diklaim bakal menjual separuh pulau Kalimantan Timur untuk ibukota baru. Lalu apa saja hoaks yang lain? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar Jokowi Jual Separuh Kalimantan Timur untuk Ibu Kota Baru

Beredar di media sosial postingan gambar tangkapan layar sebuah artikel yang menyebutkan Jokowi akan menjual separuh dari Kalimantan Timur yang digunakan untuk pembangunan ibu kota baru, pada 1 September 2021.

Akun Facebook itu mengunggah artikel berjudul “SOAL PEMINDAHAN IBUKOTA, JOKOWI: KITA BISA JUAL SEPARO DARI PULAU KALTIM” situs petromaz.blogspot.com dan diposting oleh salah satu pengguna Facebook.

Dalam unggahan gambar tersebut terdapat keterangan sebagai berikut:

"SERASA WARISAN NENEK MOYANG, MAIN JUAL AJA.

PRIBUMI HANYA KEBAGIAN BAYAR UTANG.

KERJA KERAS MENSEJAHTERAKAN RAKYAT RRC ‼️"

Lalu benarkah Presiden Jokowi menjual separuh Kalimantan Timur untuk Ibu Kota baru? Simak dalam artikel berikut ini…

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Hoaks Selanjutnya

ilustrasi Hoax {Liputan6.com/Abdillah)
ilustrasi Hoax {Liputan6.com/Abdillah)

2. Cek Fakta: Tidak Benar Jokowi Disebut Berbohong Pernah Pergi ke Afghanistan 40 Tahun Lalu

Beredar postingan video di media sosial menunjukkan Jokowi pergi ke Afghanistan dengan mobil pada 40 tahun lalu.

Dalam postingan tersebut terdapat narasi:

*Ngibulnya Melebihi Dosis Yang Disarankan *bl*s*

*Si Raja Ngibul Bikin Hoax Lagi.....*

🤭🤭😊😊🤪🤪.

40 tahun yg lalu jokowi ketemu istri presiden Afghanistan Asraf Ghani...

Laaaaah... 40 thn yg lalu jokowi siapaa?? Gak ada yg kenal Diaa!!!

Boro2 istri presiden Afghanistan, lurah lenteng agung aja gak kenal jok0wi !!!😂🤣😅😛🤪👎👎

Cerita 40 tahun lalu wkt dia nyetir di Kabul, suasana aman. 40 tahun lalu dari 2018 berarti tahun 1978.

Sementara Jokowi lahir tahun 1961. Berarti Jok0wi umur 17 tahun sdh jalan2 ke Afghan dan bahkan nyetir mobil segala. Wowwww!!!

Dimana coba nyari Presiden di dunia ini yg sehebat beliau..................... NGIBULNYA???

Donald Trump...??? Putusssss!Kagak ada apa2nya! Dan....Hanya Kaum Cebong yang Percaya wkwkwkwk....🤭😊🤪😁😁”

Postingan tersebut berada di Facebook pada 31 Agustus 2021. Sejak berada di ruang digital, klaim tersebut mendapat 16 komentar, 28 suka, dan 64 kali ditonton warga Facebook.

Benarkah Presiden Jokowi disebut berbohong karena pernah pergi ke Afghanistan 40 tahun lalu? Simak dalam artikel berikut ini…

3. Cek Fakta: Tidak Benar dalam Foto Ini Jokowi Membaca Buku "SBY Mangkrak"

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim foto Jokowi membaca buku yang berjudul “SBY Mangkrak”.

Klaim foto Jokowi membaca buku “SBY Mangkrak” ini tersebut diunggah akun Facebook Zack Zuckerberg. Dia mempostingnya pada Kamis (5/982021).

Unggahan tersebut berupa foto Jokowi duduk sambil memegang dan membaca buku berjudul “SBY Mangkrak”.

Lalu benarkah Presiden Jokowi membaca buku SBY Mangkrak? Simak dalam artikel berikut ini…

(MG/ Azarine Jovita Halim)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel