Ragam Hoaks yang Serang Pfizer, Bukan Hanya soal Vaksin Covid-19

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pfizer merupakan salah satu produsen vaksin covid-19. Perusahaan farmasi asal AS menjadi yang terdepan setelah vaksinnya sudah diberikan izin oleh sejumlah negara.

Di balik kesuksesan Pfizer ternyata ada banyak hoaks yang menargetkannya. Tak hanya soal vaksin, hoaks soal Pfizer juga menyerang profil perusahaan hingga CEOnya.

Lalu apa saja hoaks yang berkaitan dengan Pfizer belakangan ini? Berikut beberapa diantaranya:

1. Cek Fakta: Benarkah Bill Gates dan CEO Pfizer Menolak Disuntik Vaksin Covid-19?

Pada 18 Desember 2020, pemilik akun Facebook Elias F Vargas mengunggah sebuah klaim yang menyebut Bill Gates melarang keluarganya untuk disuntik vaksin covid-19. Akun itu juga menyebut CEO Pfizer, Albert Bourla tidak mau divaksin covid-19.

Sehari setelahnya, akun Facebook yang menggunakan nama Jayis Blesswilliams juga mengunggah klaim yang sama. Bill Gates dan CEO Pfizer menolak disuntik vaksin covid-19.

Begini narasinya:

"Bill Gates mengatakan dia tidak akan divaksinasi, begitupun anak-anaknya. CEO Pfizer juga menunda menerima vaksin covid-19."

Lalu benarkah klaim yang menyebut Bill Gates dan CEO Pfizer menolak disuntik vaksin covid-19? Simak penelusurannya di link berikut ini...

2. Cek Fakta: Tidak Benar Klaim Ada Hubungan Laboratorium Wuhan dengan Pfizer

Ilustrasi Hoax. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)
Ilustrasi Hoax. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)

Beredar di media sosial postingan soal covid-19. Kali ini mengaitkan antara Laboratorium Biologi Wuhan dengan perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Pfizer.

Postingan ini ramai dibagikan sejak awal Desember lalu. Salah satu akun yang mengunggahnya di Facebook bernama Tom Warren pada 30 Desember lalu.

Berikut isi postingannya:

Talk about your deep state!Where’s my fact checkers!?!The Chinese biological laboratory in Wuhan is owned by Glaxosmithkline who (❗️by coincidence) owns Pfizer! (the one who produces the vaccine for the virus that (❗️by coincidence) started in a US laboratory prior to the Obama/Biden administration having it moved the biological laboratory in Wuhan, which (❗️by coincidence) was funded by Dr. Fauci who is (❗️by coincidence) promoting the vaccine!)GlaxoSmithKline (❗️by coincidence) is managed by Black Rock finances who (❗️by coincidence) manages the finances of the Open Foundation Company (Soros Foundation) which (❗️by coincidence) serves the French AXA!‼️By coincidence Soros owns the German company Winterthur which (❗️by coincidence) built the Chinese laboratory in Wuhan and was bought by the German Allianz which (❗️by coincidence) has Vanguard as a shareholder which (❗️by coincidence) is a shareholder of Black Rock, which (❗️by coincidence) controls the central banks and manages about one third of the global investment capital.Black Rock (❗️by coincidence) is also a major shareholder of MICROSOFT, the property of Bill Gates, who (❗️by coincidence) is a shareholder of Pfizer (selling the miracle Vaccine) and (❗️by coincidence) is currently the first sponsor of WHO 🥺..Please fact check..

atau dalam Bahasa Indonesia

Bicarakan tentang keadaan Anda yang dalam!Di mana pemeriksa fakta saya!?!Laboratorium biologi Cina di Wuhan dimiliki oleh Glaxosmithkline yang (❗️ secara kebetulan) memiliki Pfizer! (orang yang menghasilkan vaksin untuk virus yang (❗️ secara kebetulan) dimulai di laboratorium AS sebelum pemerintahan Obama / Biden memindahkan laboratorium biologi di Wuhan, yang (❗️ secara kebetulan) didanai oleh Dr. Fauci yang adalah (❗️ secara kebetulan) mempromosikan vaksin!)GlaxoSmithKline (❗️ secara kebetulan) dikelola oleh keuangan Black Rock yang (❗️ secara kebetulan) mengelola keuangan Open Foundation Company (Soros Foundation) yang (❗️ secara kebetulan) melayani AXA Prancis!‼ ️Kebetulan Soros memiliki perusahaan Jerman Winterthur yang (❗️ secara kebetulan) membangun laboratorium Cina di Wuhan dan dibeli oleh Allianz Jerman yang (❗️ secara kebetulan) memiliki Vanguard sebagai pemegang saham yang (❗️ secara kebetulan) adalah pemegang saham Black Rock, yang (❗️ secara kebetulan) mengontrol bank sentral dan mengelola sekitar sepertiga dari modal investasi global.Black Rock (❗️ secara kebetulan) juga merupakan pemegang saham utama MICROSOFT, properti Bill Gates, yang (❗️ secara kebetulan) adalah pemegang saham Pfizer (menjual vaksin ajaib) dan (❗️ secara kebetulan) saat ini menjadi sponsor pertama dari WHO 🥺..Harap periksa fakta ..

Lalu benarkah klaim-klaim Laboratorium Biologi di Wuhan dengan Pfizer? Simak penelusurannya di link berikut ini...

3. Cek Fakta: Hoaks Postingan Twitter Petinggi BioNTech terkait Vaksin Covid-19

Ilustrasi hoax. (via: istimewa)
Ilustrasi hoax. (via: istimewa)

Beredar di media sosial postingan terkait vaksin covid-19. Kali ini yang menyangkut vaksin covid-19 buatan BioNTech dan Pfizer.

Di Twitter ada dua akun yang mengatasnamakan dua petinggi BioNTech Prof Ugur Sahin dan dr. Ozlem Tureci. Keduanya mengunggah status yang sama pada 14 November 2020.

Berikut isinya: "Wenn alles weiterhin gut geht, liefern wir den impfstoff ende dieses Jahres und Anfang 2021 aus. #covid_19"

atau dalam Bahasa Indonesia: "Jika semuanya berjalan sesuai rencana, kami akan dapat memasok vaksin pada akhir tahun ini dan awal 2021"

Lalu benarkah ada pernyataan dari dua petinggi BioNTech terkait vaksin covid-19? Simak dalam artikel berikut ini...

4. Cek Fakta: Beredar Foto Keluarga Penemu Vaksin Covid-19 di Tahun 1970, Simak Penelusurannya

Ilustrasi Hoaks. (Freepik)
Ilustrasi Hoaks. (Freepik)

Warga Facebook banyak mengunggah foto keluarga yang diklaim sebagai keluarga penemu vaksin covid-19 yang dipasarkan oleh Pfizer. Disebutkan kalau keluarga itu merupakan imigran Turki di Jerman.

Salah satu pengguna Facebook yang mengunggah foto dengan klaim keluarga penemu vaksin covid-19 adalah Ramen Das. Dia mengunggah foto itu pada 9 Desember 2020.

Begini narasinya:

"Pada gambar di bawah, Anda melihat sebuah keluarga imigran Turki di Jerman, pada tahun 1970. Anak laki-laki berkemeja kuning dan tanpa sepatu adalah ahli biologi bernama Ugur Sahin, 55.

Dia bersama dengan istrinya yang berkewarganegaraan Turki Ozlem Tureci, 53, mengembangkan vaksin Covid-19 yang dipasarkan oleh Pfizer".

Lalu, benarkah klaim foto itu merupakan keluarga penemu vaksin covid-19 yang dikembangkan Pfizer? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini: