Ragam Informasi Hoaks Bantuan Pemerintah Selama Pandemi Virus Corona Covid-19

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah meluncurkan banyak program untuk membantu masyarakat selama pandemi virus corona covid-19. Namun tak sedikit oknum yang memanfaatkannya untuk membuat hoaks.

Hoaks soal bantuan pemerintah pun sangat beragam informasinya. Mulai dari uang tunai, laptop gratis, hingga kuota internet.

Ragam hoaks itu menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan. Biasanya disertai link untuk meminta data pribadi masyarakat.

Lalu apa saja informasi hoaks bantuan pemerintah yang beredar selama pandemi virus corona covid-19?

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Hoaks 1 dan 2

Ilustrasi Hoax. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)
Ilustrasi Hoax. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)

1. Cek Fakta: Informasi Palsu Cara Mengetahui Pemilik E-KTP Dapat Bantuan Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi cara mengetahui pemilik KTP elekronik atau e-KTP mendapat bantuan Covid-19 dari pemerintah.

Informasi cara mengetahui pemilik e-KTP mendapat bantuan Covid-19 dari pemerintah diunggah akun Facebook AnNde AnNde Lumut, pada 21 Oktober 2020.

Unggahan tersebut berupa tulisan sebagai berikut:

"Cek apakah e-KTP anda mendapatkan bantuan Covid Rp 600.000/bulan selama 4 bulan s/d Desember 2020 di : https://s.id/ektp-covid19

*Lumayan, bagi yg gak mau bisa DISHODAQOHKAN*"

Benarkah informasi cara mengetahui pemilik e-KTP mendapat bantuan Covid-19 dari pemerintah? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam link berikut ini...

2. Cek Fakta: Hoaks Informasi Cara Mengecek Pemilik SIM C Dapat Bantuan Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi tentang cara mengecek pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) C mendapat bantuan Covid-19.

Informasi cara mengecek pemilik SIM C mendapat bantuan Covid-19 beredar secara berantai pada aplikasi percakapan WhatsApp. Pemilik SIM C bisa mengetahui dapat bantuan Covid-19 Rp 900 ribu per bulan selama 3 bulan, dengan cara mengunjungi tautan yang disertakan dalam informasi tersebut.

Berikut isinya:

"Monggo yang sudah punya Sim C

Boleh coba dicek apakah Sim C Anda dpt bantuan covid-19 Rp.900.000/bln selama 3 bln.

Mulai Oktober s.d Desember 2020.

di link ini:https://s.id/ektp-covid19"

Benarkah informasi cara mengecek pemilik SIM C mendapat bantuan Covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam link berikut ini...

Hoaks Selanjutnya

Ilustrasi hoax. (via: istimewa)
Ilustrasi hoax. (via: istimewa)

3. Cek Fakta: Tidak Benar Pemerintah Bagikan Laptop Gratis via Link di Whatsapp

Beredar kabar melalui aplikasi percakapan Whatsapp Pemerintah membagikan laptop bagi guru dan siswa. Pesan berantai ini sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu namun beredar lagi belakangan ini.

Dalam pesan tersebut berisi link pendaftaran bagi yang berminat mendapatkannya. Berikut isi pesan tersebut:

"Pemerintah Menyediakan Laptop Gratis Untuk Siswa dan Guru. Klik Di Bawah Ini untuk Memesan Laptop Gratis Anda Sekarang http://laptops.offers247.online/id"

Lalu benarkah Pemerintah membagikan laptop gratis untuk siswa dan guru? Simak penelusurannya dalam link berikut ini...

4. Cek Fakta: Hoaks Bantuan PUM dari Kementerian Koperasi dan UKM

Beredar sebuah formulir bantuan mengatasnamakan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia di media sosial, Facebook. Disebutkan dalam unggahan tersebut kalau pemerintah sedang memberikan bantuan Produktif Usaha Mikro (PUM).

Akun Facebook Adjhat Sudra yang membagikan formulir bantuan untuk PUM yang mengatasnamakan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Dia membagikannya ke grup Facebook Warga Depok.

Begini narasinya:

"Siapa tau rezeky...atau butuh link nya."

Dalam link yang dibagikannya di Facebook, Anda harus mengisi data diri di formulir tersebut. Hingga saat ini, ada 11 komentar di unggahan tersebut yang sangat percaya dengan link bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

Benarkah formulir bantuan untuk PUM yang mengatasnamakan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam link berikut ini...

Hoaks Lainnya

Ilustrasi hoax (iStockPhoto)
Ilustrasi hoax (iStockPhoto)

5. Cek Fakta: Hoaks Program Prakerja dengan Iming-Iming Kartu Bahan Bakar Shell Indonesia

Di WhatsApp Grup beredar informasi yang menyebutkan adanya program pendaftaran prakerja. Kali ini, ada iming-iming mendapatkan kartu bahan bakar dari perusahaan minyak, Shell.

Disebutkan pendaftar yang sudah mengisi data pribadi bisa langsung mendapatkan kartu bahan bakar dari Shell. Begini narasi yang beredar:

"Rencana pengalaman pengisian bahan bakar

Kami mengundang Anda untuk merasakan pengalaman terbaik dari bahan bakar kelas dunia kami di SPBU Shell terdekat.

Selama program ini, Anda bisa mendapatkan kualifikasi pengalaman kartu gas 600.000 rupiah

Langkah untuk mendaftar Prakerja

馃憠Kunjungi situs web di bawah ini

馃憠Isi formulir data diri

馃憠Anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui email/nomor hp

馃憠Bantuan akan dikirim melalui rekening bank

harap bagikan pesan ini kepada kerabat yang membutuhkan

https://(Link diedit)/"

Lalu, benarkah ada program prakerja yang menjanjikan kartu bahan bakar Shell sebanyak Rp 600 ribu? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam link berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini